KLIKJATIM.Com | Tulungagung- Penemuan arca kepala naga di lokasi penemuan arca Dwarapala yang ada di Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, mendapatkan pehatian banyak pihak.
Baca juga: 357 Kasus Kecelakaan Ditangani Satlantas Polres Tulungagung Hingga April 2026
Buktinya Tim Geologi Kementrian ESDM menggelar pemetaan di lokasi tersebut untuk mendeteksi potensi temuan lain di lokasi tersebut, pada Sabtu (19/03/2022) siang tadi.
Pimpinan Tim Peneliti,Hidayat mengatakan pemetaan dilakukan dengan menggunakan dua peralatan yakni gradiomegnetik dan geo radar."Kebetulan kita sedang berada di Tulungagung sampai akhir bulan ini, kita kemudian dapat informasi penemuan arca ini,lalu kita bersama Pemkab melakukan pemetaan," ujarnya pada Sabtu (19/03/2022).
Hidayat menyebut, data pasti hasil pemetaan ini akan diketahui dalam beberapa hari kedepan, namun data mentah dari kegiatan hari ini bisa digambarkan secara umum saja.
"Data hari ini masih mentah, untuk mematangkannya perlu beberapa hari lagi, nanti hasilnya seperti apa saja, akan kita sampaikan kepada Pemkab,"jelasnya.
Hidayat merinci dari data mentah yang ada, ditemukan 20 titik anomali yang menandakan temuan benda tak sama dengan lingkungan sekitarnya di tanah seluas 14 x 30 meter yang menjadi obyek pemetaanya.
Pihaknya enggan berspekulasi dengan temuan anomali tersebut, pihaknya memastikan anomali yang dimaksudkan tersebut belum tentu temuan benda kuno maupun arca, namun bisa jadi besi yang tertanam di dalam tanah maupun benda lain.
"Kita lakukan pendeteksian di kedalaman sekitar 2 meter, itu ditemukan 20 titik anomali, bukan berarti itu pasti arca, tapi disitu ada benda yang berbeda dengan tanah dan lingkungan sekitarnya," ucap Hidayat.
Hidayat menambahkan, data pastinya nanti bisa dijadikan bahan bagi arkeolog yang akan melakukan ekskavasi, sehingga ekskavasi tidak dilakukan secara sporadis.
Sementara itu Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung,Winarto mengatakan, kemungkinan temuan benda lain di lokasi tersebut masih tinggi, mengingat selama ini muncul cerita dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa pada tahun 1990an yang lalu pernah ditemukan beberapa arca namun dikubur lagi oleh penduduk sekitar.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Tulungagung Akan Lelang 5.292 Liter Solar Sitaan
"Itu informasi yang kita terima dari masyarakat, dulu katanya banyak temuan benda arca yang setelah ditemukan kemudian dikubur lagi, karena masyarakat sendiri juga bingung prosedurnya," terang Winarto. (ris)
Baca juga: KPK Telusuri Aliran Pemerasan Yang Dilakukan Bupati Tulungagung Non Aktif
Editor : Iman