KLIKJATIM.Com | Surabaya - Aksi demonstrasi ribuan buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya masih terus berjalan hingga pukul 18.30 WIB. Buruh mengancam akan bermalam jika permintaan mereka tak dipenuhi.
Menariknya, saat para orator tengah lantang melakukan orasi, lampu penerangan jalan (PJU) di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi tiba-tiba padam.
Baca juga: Lewat Revolusi 888, SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen
Tak pelak, ribuan buruh itu pun merasa kecewa dan mempertanyakan hal tersebut. "Kenapa lampu dimatikan, apakah biar media tidak bisa meliput? Ibu (Gubernur Khofifah), kami ini manusia," teriak salah seorang orator di atas mobil komando, Selasa (1/3/2022).
Dalam aksi ini, ada sejumlah tuntutan yang disuarakan oleh buruh. Di antaranya soal penetapan UMK dan UMSK di Jatim, serta penolakan Permenaker JHT.
Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Yes Buka Sound Festival Kemerdekaan 2026 di Kawasan Gajah Mada
"Keputusan UMK belum memenuhi rasa keadilan dan tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan buruh," ujar Juru Bicara Gasper Jatim, Jazuli.
Massa aksi sendiri terdiri dari anggota 4 Konfederasi SP/SB. Di antaranya KSPSI, KSPI, KSBSI dan K SARBUMUSI. Mereka datang dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Tuban, Jombang, Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi. (bro)
Baca juga: Viral Video Dugaan Bullying Siswi SD di Jember, Dipicu Masalah TikTok dan Cinta Monyet
Editor : Redaksi