KLIKJATIM.Com | Surabaya – Belum semua daerah di Jawa Timur (Jatim) memiliki akses jaringan sinyal seluler GSM maupun kondisi akses sinyal yang bagus. Tercatat sampai tahun 2022 ini masih hampir setengah ribu desa di 13 kabupaten kota se Jatim, yang mengalami kondisi akses sinyal jelek.
Sesuai data yang didapatkan dari total 8.501 desa dan kelurahan di Jatim, tercatat 452 desa di Jatim belum memiliki akses jaringan sinyal seluler GSM. Angka ini termasuk kondisi akses sinyal kurang bagus.
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Artinya, 5,3�ri total jumlah desa di Jatim yang perlu penambahan dan penguatan jaringan seluler. "Saat ini total 125,6 persen masyarakat sudah terkoneksi dengan internet di Indonesia,” Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (22/2/2022).
Kendati demikian, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menyebutkan bahwa Provinsi Jatim memiliki sinyal seluler terkuat secara nasional. Tercatat ada sebanyak 7.744 desa dan kelurahan memiliki menara pemancar Base Transceiver Station (BTS).
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
"Apalagi berdasarkan data BPS, Jatim merupakan provinsi yang memiliki sinyal terkuat," sambungnya.
Selanjutnya, dia juga mengungkapkan terkait pernyataan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jatim yang menyatakan bahwa, Pemprov Jatim memiliki komitmen kuat untuk memberikan penguatan terhadap ekosistem digital pada transaksi ritel hingga transaksi pemerintah.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatkan Merchant QRIS dari tahun 2019, yang hanya 192.000 menjadi 1,64 juta merchant pada tahun 2021.
"Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan transaksi non tunai tumbuh sebesar 56.75 persen dengan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) tumbuh sebesar 70 persen," jelasnya. (nul)
Editor : Redaksi