Pimpinan Dewan Sepakat Tolak Perubahan SMAN 1 Bangil jadi SMA Taruna Madani

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Penolakan yang dilakukan alumni SMAN 1 Bangil terus berlanjut. Hal ini diakibatkan merubah nama SMAN 1 Bangil menjadi SMA Taruna Madani, yang dimana adapun persyaratan-persyaratan yang di khususkan guna masuk ke SMA Taruna Madani.

Salah satu persyaratannya yakni harus memiliki tinggi badan, dan berat badan yang proporsional. Tak hanya itu kocek untuk membayar keperluan yang dibutuhkan juga sangat dalam, yakni Rp 2,5 juta rupiah dalam satu bulan. Pembayaran ini bukan termasuk iuran pembayaran uang sekolah setiap bulannya.

Guna mengutarakan pendapat, menyamakan visi misi dan teknis, telah terselenggaranya forum grup diskusi yang diadakan di gedung Diponegoro, Bendomunggal, Bangil. Pada forum ini dihadiri kurang lebih 100 orang yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk alumni SMAN 1 Bangil.

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Fasilitas Penunjang SMAN Taruna Madan

Dalam mengutarakan pendapatnya salah satu alumni, mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan keberadaan SMA Taruna Madani. Namun, untuk pendirian SMA Taruna Madani tidak perlu menghapus SMA 1 Bangil.

"Saya sangat setuju dengan dibangunnya SMA Taruna Madani, ini dimungkinkan karena Pasuruan merupakan tempat yang dipilih langsung oleh provinsi. Namun, tidak perlu melakukan perubahan nama SMA 1 Bangil menjadi SMA Taruna Madani. Kan masih banyak tempat lain," ujar Oci salah satu alumni tahun 2002.

Senada dengan itu Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, tak mengetahui adanya rencana pergantian nama tersebut. Meski rancangan pergantian nama ini sudah disusun selama tiga tahun belakangan, tidak ada koordinasi dari Provinsi ke tingkat Kabupaten.

"Ya saya tau kalau SMA 1 Bangil itu menjadi wewenang Provinsi. Tapi selama rancangan yang sudah di katakan tiga tahun belakangan ini saya sebagai ketua DPRD Kabupaten Pasuruan tidak mengetahui rancangan ini. Saya tanyakan ke pak Bupati juga beliau tidak mengetahui hal ini. Ya setidaknya ada koordinasi lah ke Kabupaten," ujar Dion dalam forum diakusi tersebut.

Disambung melalui zoom, Anwar Sadad selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur mengatakan jika tetap ingin dipertahankan SMA Taruna Madani busa ditempatkan di tempat lain. Salah satuna SMA Taruna Madani ini bisa ditempatkan di pondok pesantren, mengingat Pasuruan sangat banyak pondok pesantren dengan kualitas yang sangat baik.

"Jika memang tetap ingin dipertahankan, SMA Taruna Madani bisa ditempatkan di tempat lain. Seperti di pondok pesantren, karenakan di Pasuruan ini banyak pondok pesantren dengan kualitas yang sangat baik," ucapnya melalui zoom.

Hal sama juga diungkapkan Rusdi Suteja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, warga Bangil tidak menolak berdirinya SMA Taruna Madani, namun perlu kajian ulang. "Pada prinsip warga bangil tidak menolak. Tapi Pemprov Jatim harus menerima aspirasi warga sini. Silahkan saja mau bangun sekolah model apa, namun merubah SMA Bangil cari tempat lian," ucapnya.  (yud)

Baca juga: Gedung DPRD Pasuruan Disasar Maling

Baca juga: Cargill Ajak 500 Pelajar Pandaan Makan Gratis Dalam Aksi Bergizi

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru