Kirim Sabu ke Lapas Tulungagung, Satu Kurir Terindikasi Alami Gangguan Jiwa

klikjatim.com
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Buono saat memberikan keterangan. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Lapas Kelas IIB Tulungagung bersama dengan Satreskoba Polres Tulungagung mengaggalkan dan mengungkap pelaku penyelundupan sabu di Lapas Kelas IIB Tulungagung pada Kamis (20/1/2022) kemarin. Kabar terbaru, salah satu kurirnya diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Buono mengatakan, pasca penggagalan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polisi. "Karena kapasitas untuk mengembangkan temuan dan menangkap tersangka itukan ada di anggota Satresnarkoba, jadi kita langsung serahkan temuan itu ke sana," ujarnya pada Senin (24/1/2022).

Tunggul menjelaskan, saat kejadian ada dua orang yang mendaftar di loket untuk mengirimkan barang berupa snack dan sabun cair berisi untuk warga binaan di dalam Lapas. Saat dilakukan penggeledahan dan pembongkaran terhadap barang bawaan ternyata diketahui berisi sabu.

Kedua kurir tersebut akhirnya diserahkan kepada Polisi. "Saat itu juga kita serahkan kepada Polisi untuk dilakukan pengembangan," ucapnya.

Lebih lanjut dari pendalaman Polisi, kedua kurir ini rupanya salah satunya merupakan penderita gangguan mental. Ia disebutkan tidak tahu apa-apa dan tiba-tiba diajak oleh pelaku lain yang kini sudah ditahan di Mapolres Tulungagung.

"Jadi yang satu inisial DDP ini langsuung ditahan. Sedangkan ada satu lainnya yang ikut mengantarkan ini memang sejak awal gelagatnya sudah mencurigan seperti orang gangguan mental. Kemudian informasi dari pihak desa dan keluarganya juga sama," ungkapnya.

Tunggul menyebutkan, untuk pengantar yang mengalami gangguan mental ini akhirnya dikembalikan kepada keluarga untuk mendapatkan pembinaan. "Rupanya mereka ini tetangga dan yang satu ini ndak tahu apa-apa, tiba-tiba diajak sama DDP ini," jelasnya.

Disinggung mengenai nasib warga binaan yang menjadi sasaran kiriman ini, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman. "Masih kita dalami, apakah benar barang itu dikirimkan ke dia atau hanya pinjam nama saja. Masih kita dalami," pungkasnya. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru