KLIKJATIM.Com l Sidoarjo - Semburan lumpur di Porong Sidoarjo telah terjadi 29 Mei 2006 lalu. Akibatnya, ribuan warga di beberapa desa terusir dari kampungnya yang telah tenggelam. Tidak hanya kehilangan rumah, mereka juga kehilangan mata pencarian.
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi
Namun setelah hampir 16 tahun menyembur, ternyata luapan lumpur yang menyembur akibat eksplorasi gas tersebut adalah harta karun. Sesuai temuan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lumpur panas tersebut mengandung logam tanah jarang (LTJ) yang bisa dimanfaatkan untuk industri telekomunikasi, bahan baku baterai listrik hingga nuklir.
Penelian tersebut telah dimulai sejak tahun 2020 lalu dan saat dalam tahap penelitian akhir. Bukan hanya ESDM, pakar geologi Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga menemukan bahwa luapan lumpur porong memiliki kandungan lithium yang tinggi. Logam tanah jarang yang ditemukan nilainya berlipat dari harga batu bara.
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
Temuan 'harta karun' ini tentunya disambut gembira oleh warga Sidoarjo khususnya korban lumpur. Sumaji (43), mantan warga Renokenono yang kini tinggal di Perumahan Tanggulangin Asri ini mengatakan, dirinya senang dengan potensi ekonomi yang ditemukan. "Ternyata yang menyembur itu harta karun berwujud lumpur," ucapnya, Senin (24/1/2022).
Sumaji adalah salah satu dari ribuan warga yang terdampak ekonomi akibat bencana tersebut. Ia dan keluarga dulu hidup nyaman dengan membuka warung di samping sekolah dengan penghasilan yang cukup. Namun kini ia bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan per bulan tidak tentu. "Banyak korban lumpur yang menderita karena kehilangan pekerjaan," kata dia.
Baca juga: Calo Terminal Bungurasih Dibekuk, Getok Penumpang Bus Surabaya-Malang Rp 250 Ribu
Dia dan warga lain berharap, bila nanti lumpur di Porong telah dieksplorasi, pemerintah melibatkan para korban untuk bekerja disana.(mkr)
Editor : Satria Nugraha