KLIKJATIM.Com | Gresik—Rencana pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Daendles Manyar masih menunggu struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pelebaran Dinas Pertanahan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Achmad Hadi mengatakan, saat ini masih proses penyusunan tahapan dan mekanisme pengkondisian lahan untuk dapat dilakukan pekerjaan konstruksi pelebaran jalan yang rencananya tahun 2022 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di wilayah Jawa Timur.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
“Sedangkan tim pengkondisian lahan nanti terdiri dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik, dan Dinas Pertanahan masih menunggu SOTK baru yang akan bergabung di Dinas PUTR ditambah dari OPD teknis dan aparatur wilayah lainnya,” ungkap Hadi.
Nah, menurut Hadi untuk pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Manyar merupakan kewenangan Kementerian PUPR melalui BBPJN wilayah Jawa Timur.
“Pekerjaan pelebaran jalan dapat dimulai jika lahan yang diperlukan sudah dapat dikondisikan. Oleh karena itu untuk percepatan dan penataan lokasi lahannya diperlukan kerjasama semua pihak terkait termasuk Pemkab Gresik melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan aparatur kecamatan maupun pemerintah desa setempat,” urainya.
Dikatakan Hadi, pelebaran jalan tersebut diharapkan dapat mengurangi secara signifikan tingkat kemacetan yang hampir setiap hari dirasakan masyarakat di jalur deandles tersebut.
Terpisah, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) masih menunggu pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah daerah.
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut memang sangat urgent. Apalagi sering macet. Jalan ini merupakan akses utama di Gresik utara wilayah Manyar juga terdapat kawasan industri salah satunya KEK JIIPE serta Smelter Freeport Indonesia.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN ruas Surabaya Gresik Sadang, Pungki Enggar Paweninggale mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah pelebaran jalan dilakukan tahun ini atau tahun depan.
“Sampai saat ini masih menunggu (Lahan, red) kami, hanya di konstruksi,” katanya, Senin (10/1/2022).
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
Pungki menyebut , untuk pelaksanaan perbaikan dan pelebaran jalan, pihaknya menunggu dokumen resmi dari Pemkab Gresik terkait pembebasan lahan. Setelah itu klir nanti anggaran baru diusulkan.
“Untuk plot anggaran setelah ada dokumen dari pemkab yang menyatakan bahwa tanah sudah ready,” ujarnya .
Sebelumnya, Pemkab Gresik mengalokasikan Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan di sepanjang Jalan Raya Manyar. Jalan tersebut bakal dilebarkan hingga 22 meter yang rencananya dimulai awal tahun ini.(mkr)
Editor : Redaksi