KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik batal menerima anggaran pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk membiayai revitalisasi pipa Perumda Giri Tirta (PDAM).
Baca juga: Wabup Alif Lantik Pengurus DKG Gresik Periode 2026-2029
[irp]
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Gresik Misbahul Munir.
Menurut Munir, pembiayaan pinjaman PEN batal didapat karena program tersebut untuk tahun ini, sementara pembangunan revitalisasi pipa PDAM baru jalan tahun depan.
"Nah opsinya diganti dengan pembiayaan reguler," katanya.
Pembiayaan reguler yang dimaksud munir sumbernya tetap sama dengan pembiayaan PEN, yakni pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Namun ada perbedaan di sisi bunganya," tuturnya.
Munir tak menampik ada bunga dari pinjaman pembiayaan reguler lebih tinggi daripada PEN, namun lebih rendah daripada pinjaman dari bank-bank konvensional.
"Nah itu programnya (berjalan) memang tahun depan," ungkapnya.
Mengenai opsi pembiayaan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik untuk pembangun pipa PDAM, Munir menyebut hal itu berat dilakukan.
"Karena pembahasan APBD 2022 sudah final, harus merubah lagi kalau dari APBD, harus ada hutungan pendapatan yang senilai itu (pembiayaan pembangunan Pipa)," ungkapnya.
Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari
Diketahui, Pemkab Gresik baru saja mengesahkan peraturan daerah (Perda) Penyertaan modal untuk PDAM Gresik.
Total anggaran yang dicantumkan dalam ranperda tersebut mencapai 113 miliar dengan komposisi terbesar bersumber dari anggaran PEN yang memgcapai lebih dari separuh anggaran itu.
Namun belakangan, Pemkab Gresik batal mendapatkan anggaran PEN yang direncanakan itu sehingga beralih ke opsi pembiayaan reguler.
Hal itu tentu memantik kritik dari kalangan Dewan. Wakil ketua komisi dua DPRD Gresik Syahrul Munir menyebut Pemkab tidak komitmen dalam kebijakan penganggaran.
"Kita secara kelembagaan konsentrasinya mempercepat membahas ranperda itu dan menyelesaikannya kan untuk mendapatkan anggaran pinjaman PEN, nah sekarang bagaimana komitmennya," tandas politisi PKB itu. (rtn)
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
Editor : Abdul Aziz Qomar