Pemkab Gresik Akan Pakai Pembiayaan Reguler Revitalisasi Pipa PDAM Usai Gagal Dapat Pinjaman PEN

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik batal menerima anggaran pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk membiayai revitalisasi pipa Perumda Giri Tirta (PDAM). 

Baca juga: Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

[irp]

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Gresik Misbahul Munir.

Menurut Munir, pembiayaan pinjaman PEN batal didapat karena program tersebut untuk tahun ini, sementara pembangunan revitalisasi pipa PDAM baru jalan tahun depan.

"Nah opsinya diganti dengan pembiayaan reguler," katanya.

Pembiayaan reguler yang dimaksud munir sumbernya tetap sama dengan pembiayaan PEN, yakni pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Namun ada perbedaan di sisi bunganya," tuturnya.

Munir tak menampik ada bunga dari pinjaman pembiayaan reguler lebih tinggi daripada PEN, namun lebih rendah daripada pinjaman dari bank-bank konvensional.

"Nah itu programnya (berjalan) memang tahun depan," ungkapnya.

Mengenai opsi pembiayaan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik untuk pembangun pipa PDAM, Munir menyebut hal itu berat dilakukan.

"Karena pembahasan APBD 2022 sudah final, harus merubah lagi kalau dari APBD, harus ada hutungan pendapatan yang senilai itu (pembiayaan pembangunan Pipa)," ungkapnya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN

Diketahui, Pemkab Gresik baru saja mengesahkan peraturan daerah (Perda) Penyertaan modal untuk PDAM Gresik. 

Total anggaran yang dicantumkan dalam ranperda tersebut mencapai 113 miliar dengan komposisi terbesar bersumber dari anggaran PEN yang memgcapai lebih dari separuh anggaran itu.

Namun belakangan, Pemkab Gresik batal mendapatkan anggaran PEN yang direncanakan itu sehingga beralih ke opsi pembiayaan reguler.

Hal itu tentu memantik kritik dari kalangan Dewan. Wakil ketua komisi dua DPRD Gresik Syahrul Munir menyebut Pemkab tidak komitmen dalam kebijakan penganggaran.

"Kita secara kelembagaan konsentrasinya mempercepat membahas ranperda itu dan menyelesaikannya kan untuk mendapatkan anggaran pinjaman PEN, nah sekarang bagaimana komitmennya," tandas politisi PKB itu. (rtn)

Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru