KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Seni miniatur pohon atau dikenal dengan nama Bonsai sudah dikenal masyarakat secara luas.
[irp]
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
Bisnis yang menjanjikan ini juga banyak digeluti oleh kreator dan petani Bonsai di Kabupaten Tulungagung,salah satunya adalah Fendi Wirandu (37), kreator Bonsai asal kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung.
Fendi yang ditemui di pameran dan pasar bonsai yang digelar di Tulungagung pada Selasa (15/12) mengatakan, bisnis jual beli bonsai masih menjadi bisnis yang menjanjikan.
"Masih menjanjikan, bahan baku melimpah terus pasar ada dan harganya stabil, untuk penentuan harga itukan tergantung selera dan kesenangan pembeli juga," ujarnya.
Dirinya menyebut, pada awal pandemi di tahun 2020 yang lalu penjualan bonsai di galerynya mengalami kenaikan hingga 200%, hal ini dipicu penerapan kebijakan work from home (WFH) oleh pemerintah saat awal pandemi.
Sehingga pecinta bonsai yang menjalani WFH memilih mengisi kegiatan dirumah dengan merawat bonsai dan membeli koleksi bonsai baru.
Baca juga: 41 Rumah Warga Rejotangan Tulungagung Rusak Akibat Angin Puting Beliung
Namun saat pemerintah menerapkan PPKM darurat kemudian disusul dengan PPKM Level 1,2 dan 3, penjualan bonsainya mengalami penurunan drastis.
"Saat awal pandemi naik 200%, terus pas PPKM ini malah turun penjualannya, ini mulai coba untuk dinaikkan lagi," jelasnya.
Harga dan jenis bonsai yang dijual di galerynya beragam, dari yang murah sampai ada yang mencapi Rp 50 juta untuk satu bonsai.
Baca juga: Dibakar Api Cemburu, Pria Tulungagung Bakar Rumah Sang Pacar
Fendi menyebut, jika dalam kondisi normal, dirinya mampu menjual beragam ukuran dan jenis bonsai dengan omset yang diterimanya mencapai Rp 30 juta perbulan.
"Kalau jumlah bonsai yang terjual ya macam macam, tapi kalau omsetnya ya sekitar itu," jelasnya.
Kini untuk meningkatkan lagi penjualan, dirinya aktif mengikuti pameran bonsai yang diadakan beberapa komunitas di sekitar Tulungagung. (rtn)
Editor : Iman