Unisla Lamongan Sumbang Rp 103 Juta Untuk Biaya Muktamar NU

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Unisla menyumbang Rp 103 juta rupiah untuk biaya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Ke-34.

KLIKJATIM.Com | Lamongan —  Universitas Islam Lamongan (Unisla) menyumbang 103 juta rupiah untuk biaya gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Ke-34.

[irp]

Baca juga: Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang Periode Libur Panjang

Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono menyerahkan langsung uang sebesar itu kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui pertemuan virtual secara simbolis, Kamis (9/12/2021).

Uang sebesar itu adalah hasil patungan civitas akademika Unisla melalui program koin Muktamar yang digagas PBNU untuk membiayai muktamar secara mandiri.

"Partisipasi seluruh civitas akademika Unisla Lamongan ini wujud dari  kepedulian kepada perjuangan NU dalam mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin dan NKRI harga mati," tutur Bambang dalam sambutannya.

Kordinator pengumpulan koin Muktamar di Unisla, yaitu Wakil Rektor I Zulkifli Lubis mengatakan, biaya untuk Muktamar ke-34 dari Unisla telah dikirimkan ke rekening Bank Mandiri atas nama PBNU. 

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

"Uang koin muktamar 65 juta dari civitaa akademika Unisla. Kemudian dari yayasan jumlahnya 35 juta lebih," Ungkapnya.

Sementara itu dari pihak PBNU yang diwakili Ketua LPTNU, Muhammad Afifi mengatakan bila sumbangan koin muktamar muktamar dari Unisla merupakan yang terbesar di Indonesia dari seluruh perguruan tingg NU (PTNU).

"Unisla pelopor perguruan tinggi NU yang menyumbang dana untuk kegiatan muktamar depan, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan semoga Unisla sebagai perguruan tinggi semakin maju dan berkah," katanya secara daring.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pak Yes: Nilai Pancasila Hidup dan Tumbuh di Lamongan

Perlu diketahui Nahdlatu Ulama akan menggelar muktamar pada tanggal 23 hingga 25 Desember di Lampung yang sempat tertunda karena adanya pandem. (rtn)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru