Pertamina Pastikan Stok BBM di Bawean Aman

klikjatim.com
Warga Pulau Bawean menunggu antrean pembelian BBM Pertalite meski harganya naik jadi Rp 11 ribu perliter

KLIKJATIM.ComGresik - Pertamina Patra Niaga di wilayah Jatimbalinus memastikan stok dan distribusi BBM di pulau Bawean, Kabupaten Gresik aman.

[irp]

Baca juga: Pertamina Jamin Tidak Ada Kelangkaan BBM Pertalite

Hal ini disampaikan Area Manager Communication & CSR, Deden Mochammad Idhani, dalam rilis beritanya menanggapi keluhan warga Bawean yang alami kelangkaan BBM Pertalite hingga harganya naik mencapai Rp 11 ribu perliter.

"Sebagai BUMN, Pertamina Patra Niaga berkomitmen dalam menyalurkan energi hingga pelosok negeri tidak terkecuali di Pulau Bawean. Meskipun memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi ke pulau dengan menggunakan Kapal, namun Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik,"ujar Deden.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 2 lembaga penyalur yang beroperasi yaitu APMS 56.611.01 dengan stok BBM jenis Pertalite sebanyak 168 Kiloliter (KL) dan SPBU Kompak 56.611.39 sebanyak 200 KL. Kapal dengan muatan BBM telah menyalurkan stok ke kedua lembaga tersebut.

"Ada 1 lembaga penyalur yaitu APMS 56.611.02 yang saat ini tidak beroperasi karena kendala teknis dan administrasi. Namun hal tersebut dapat ditunjang dari kedua lembaga penyalur lainnya," tambah Deden.

Pertamina Patra Niaga memiliki jalur komunikasi yaitu kontak Pertamina 135 sebagai sarana layanan pelanggan. "Konsumen dapat menghubungi kontak 135 untuk mendapatkan informasi, menyampaikan keluhan dan lainnya terkait pelayanan operasional Pertamina," pungkas Deden.

Baca juga: Polres Jember Tangani 25 Kasus Narkoba, Jaringan Peredaran hingga Bali Terbongkar

Sementara itu pengelola SPBU di Pulau angkat bicara tentang informasi kenaikan harga pertalite.

Halim Halim Alhasy dari stasiun pengisian bahan bakar umum( SPBU) Kompak mengatakan, sejak berdiri SPBU Kompak di Bawean empat tahun yang lalu harga masih Rp 9.500 tidak naik sampai Rp 11. 000.

“Bahkan kami menurunkan harga saat momentum hari santri bulan oktober kemarin, diskon 1 bulan turun harga Rp 8000. Oktober sampai November. Dan saat ini kembali kembali normal,” ungkapnya, Senin (6/12 /2021).

Halim menegaskan, kepada seluruh pengecer yang ada logonya Pertaminu. Jika ada yang menjual diatas harga Rp 9.500, maka akan dikenakan sanksi.

Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho

“Kami pecat pengecer itu, dan tidak akan kami kirim pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite,” tegasnya.

Diakuinya, pertalite bukan subsidi, non subsidi, dan tidak ada sangkut paut dengan APBN.

Menurut Halim, seharusnya masyarakat meminta tanggung jawab kepada Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) terhadap kelangkaan solar.

“Apms itu penyalur bersubsidi, seharusnya bertanggung jawab dengan kelangkaan solar, yang semula harga d 5 ribu per liter menjadi sampai 9 ribu,” ujarnya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru