Dilanda Banjir Sehari Bisa Dua Kali Akibat Proyek Jembatan, Warga Lumpur Geram

klikjatim.com
Lurah Fathan saat meninjau lokasi pembangunan jembatan jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kawasan pemukiman warga di Kecamatan/Kabupaten Gresik, tepatnya Kelurahan Lumpur hingga Tlogopojok, akhir-akhir ini kerap dilanda banjir. Misalnya pada Kamis (2/11/2021) kemarin, banjir yang melanda wilayah sekitar terjadi hingga dua kali dalam sehari.

[irp]

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Pertama, banjir terjadi pada siang hari saat hujan deras turun sekitar pukul 13.00 WIB. Dan banjir kedua di hari yang sama terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Warga pun geram dan secara spontan langsung menutup akses jalan dari Gubernur Suryo ke Pelabuhan Gresik, pada Kamis (2/12/2021) malam.

Emosi warga tersebut bukan tanpa alasan. Namun, mereka menilai bahwa penyebab banjir di lingkungan sekitar karena proyek pembangunan Jembatan RE Martadinata di Kelurahan Lumpur.

Salah satu Ketua RT di lingkungan sekitar, Purnomo mengaku sudah menyampaikan aspirasi warga terkait pelebaran saluran air kalitowo dengan menggunakan U-Dicth yang lebih lebar. Hal ini disampaikan melalui Camat Gresik Kota, Agung Endro Dwi Setyo Utomo agar diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik serta pelaksana proyek yaitu CV Enam Thobiat Luhur.

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

“Kemarin saya sudah sampaikan kepada Pak Camat, saluran air sementara ini harus menggunakan U-Dicth yang lebih lebar. Lha, ini malah sama kontraktor cuma ditambahi yang kecil lagi, pancen mbeling kontraktor (memang bandel kontraktornya, red),” kata Purnomo, Jumat (3/12/2021). 

Karena jika pakai gorong-gorong yang kecil seperti sekarang dinilai mudah tersumbat sampah. “Warga tidak menghalangi adanya proyek, namun pihak CV Enam Thobiat Luhur juga harus pengertian, semenjak adanya proyek ini, tiap hujan deras dikit pasti banjir. Ini harus diperhatikan solusinya, kasihan warga,” paparnya. 

Kepala Kelurahan Lumpur, Fathan yang juga ikut turun meninjau lokasi saat banjir melanda berjanji akan kembali koordinasi dengan pihak kecamatan terkait keluhan warganya tersebut. “Beberapa waktu yang lalu sempat ada audiensi di Aula Kecamatan Gresik Kota. Dan pihak kecamatan juga sepertinya sudah menyampaikan ke pihak terkait, namun sepertinya banjir kali ini lebih parah dari yang kemarin,” ucap Fathan.

Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160

“Hari ini, Jumat (3/12/2021) akan saya sampaikan ke Pak Camat lagi biar disampaikan ke Dinas PU,” jelasnya.

Sekedar informasi bahwa anggaran proyek pembangunan jembatan RE Martadinata ini mencapai Rp4,4 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Enam Thobiat Luhur. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru