KLIKJATIM.Com | Ponorogo--Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo melakukan ritual pemindahan makam. Pasalnya pemakaman yang dikenal dengan nama Makam Lebak terancam tenggelam karena pengisian air di Waduk Bendo.
[irp]
"Ini hari kedua kami warga melakukannya. Tidak bisa satu waktu. Karena jumlahnya ratusan," ujar Modin Desa Ngadirejo, Jumari, Rabu (1/12/2021).
Dia mengaku per hari memindahkan 30 makam. Untuk prosesi pemindahan makam layaknya prosesi pemakaman pada umumnya.
Bedanya, kata dia, yang dipindah hanya sebagian tanah dari masing-masing makam. "Tanah itu dibungkus layaknya jenazah dan dimakamkan di pemakaman yang dituju," katanya.
Salah satu warga, Agung Marselo (45) mengaku sengaja memindahkan makam kakeknya. Pasalnya terancam tenggelam air dari Waduk Bendo.
Baca juga: Krisis Air Mulai Mengancam, Desa Deru Jadi Penerima Bantuan Perdana BPBD Bojonegoro
Dia menyesalkan tidak tidak ada pemberitahuan dari pemerintah jika terkena efek pembangunan dari waduk Bendo. "Akhirnya warga inisiatif memindahkan makam leluhur ke tempat yang lebih aman," tuturnya.
Makam sengaja dipindahkan setelah tahu terancam efek pembangunan waduk Bendo. "Saya pindahkan ke lokasi yang aman. Kalau ndak nanti kualat saya," tambahnya.
Baca juga: Honda Premium Matic Day Madiun Hadirkan Semarak Budaya Reog dan Promo Menarik Skutik Premium
Warga lain, Samirati bahkan menggendong 8 tanah makam milik keluarganya dengan menggunakan kain jarik. Rencananya akan dipindah di makam baru yang berjarak satu kilometer dari pemakaman lama.
"Ada 8 makam, ada mbah buyut, bapak, ibu, adik dan anak saya yang saya pindah," tukas Samirati.(mkr)
Editor : Iman