Akibat Pembangunan Waduk Bendo, Sebuah Makam di Ponorogo Dipindahkan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo--Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo melakukan ritual pemindahan makam. Pasalnya pemakaman yang dikenal dengan nama Makam Lebak terancam tenggelam karena pengisian air di Waduk Bendo. 

[irp]

Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026

"Ini hari kedua kami warga melakukannya. Tidak bisa satu waktu. Karena jumlahnya ratusan," ujar Modin Desa Ngadirejo, Jumari, Rabu (1/12/2021). 

Dia mengaku per hari memindahkan 30 makam. Untuk prosesi pemindahan makam layaknya prosesi pemakaman pada umumnya. 

Bedanya, kata dia, yang dipindah hanya sebagian tanah dari masing-masing makam. "Tanah itu  dibungkus layaknya jenazah dan dimakamkan di pemakaman yang dituju," katanya. 

Salah satu warga, Agung Marselo (45) mengaku sengaja memindahkan makam kakeknya. Pasalnya terancam tenggelam air dari Waduk Bendo. 

Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg

Dia menyesalkan tidak tidak ada pemberitahuan dari pemerintah jika terkena efek pembangunan dari waduk Bendo. "Akhirnya warga inisiatif memindahkan makam leluhur ke tempat yang lebih aman," tuturnya. 

Makam sengaja dipindahkan setelah tahu terancam efek pembangunan waduk Bendo. "Saya pindahkan ke lokasi yang aman. Kalau ndak nanti kualat saya," tambahnya. 

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Warga lain, Samirati bahkan menggendong 8 tanah makam milik keluarganya dengan menggunakan kain jarik. Rencananya akan dipindah di makam baru yang berjarak satu kilometer dari pemakaman lama. 

"Ada 8 makam, ada mbah buyut, bapak, ibu, adik dan anak saya yang saya pindah," tukas Samirati.(mkr)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru