Surabaya Juara Kasus HIV se-Jatim, Disusul Banyuwangi dan Jember

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Kota Surabaya menjadi daerah dengan jumlah kasus penderita HIV AIDS tertinggi se-Jatim, yakni sebanyak 323 orang penderita.

[irp]

Baca juga: Acuan Regulasi Baru, Menaker Tegaskan Konvensi ILO Jadi Landasan Perlindungan Pekerja Platform Digital

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, hingga Juni 2021, Surabaya menduduki peringkat satu penderita HIV AIDS terbanyak. Kemudian disusul Banyuwangi dengan 186 penderita, dan Jember 174 penderita.

"Upaya yang perlu kita lakukan adalah memperluas cakupan pelayanan kesehatan, meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, termasuk pelayanan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS, yang diperkuat dengan inovasi dan sinergi segenap pemangku kepentingan," kata Kepala Dinkes Jatim Dr. Erwin Ashta Triyono, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Petikemas Ambon Tanam 2.500 Pohon Produktif di Tawiri

Erwin menegaskan, bagi masyarakat yang sudah terinfeksi HIV AIDS, mereka berhak mendapatkan layanan secara komprehensif bebas stigma dan diskriminasi.

"Jika sudah terinfeksi adalah menjadi hak dari masyarakat untuk mendapatkan layanan yang komprehensif bebas stigma dan diskriminasi. Layanan tersebut tidak hanya kesehatan," tegasnya.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, MPM Honda Jatim Gelar Gathering "Banyuwangi BerStylo Bersama" Bertabur Hadiah Mewah

Dinkes Jatim sendiri, kata dia, sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian HIV AIDS. Di antaranya yakni melakukan sosialisasi tentang program HIV-AIDS ke seluruh lapisan masyarakat hingga sosialisasi Perda dan Pergub Jatim tentang HIV kepada seluruh stakeholder terkait.

"Mari kita lakukan pencegahan dan bagi yang telah terinfeksi rajinlah untuk mengakses layanan dan semua pihak seyogyanya menciptakan iklim yang kondusif untuk tercapainya tujuan akhiri AIDS," tandasnya.(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru