KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Layanan perpustakaan digital tidak hanya terdapat di perpustakaan umum maupun di perguruan tinggi. Saat ini, Lapas Kelas I Surabaya atau yang dikenal dengan Lapas Porong juga memilikinya. Keberadaan perpustakaan digital ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pustaka para narapidana di Lapas ini.
[irp]
Baca juga: Dorong Eko-Eduwisata, CIMB Niaga Perkuat Konservasi Bambu Berkelanjutan di Lombok Tengah
Hari ini Lapas Porong dengan inovasi perpustakaan digital tersebut menjadi salah satu sampel verifikasi lapangan (verlap) yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kemenpan-RB dari 10 satuan kerja di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim. Menurut Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, verifikasi lapangan merupakan bagian dari proses meraih Zona Integritas berpredikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi). Dalam verlapnya TPN Kemenpan-RB dihadiri oleh Nadja dan Haris, juga didampingi Marasidin selaku Irwil VI.
Tim dari TPN diajak berkeliling Lapas, dipandu oleh Kalapas serta Ketua Pokja Kafi untuk menjelaskan pembangunan ZI mulai dari alur pelayanan dan sarana prasarana layanan publik yang ada dari depan Lapas sampai semua sudut-sudut Lapas. Sehingga dampak maupun manfaat dari setiap perubahan yang ada dapat dirasakan oleh semuanya.
Baca juga: Hunian Sesak, Rutan Sumenep Alihkan 18 Narapidana ke Lapas Pamekasan
"Kami memiliki banyak sekali inovasi-inovasi untuk memudahkan warga binaan, pengunjung atau masyarakat sekitar dalam memberikan pelayanan" ujar Kalapas Porong Gun Gun Gunawan, Selasa (23/11/2021).
Saat berkeliling di lingkunngan Lapas Porong, TPN menyapa salah satu warga binaan yang sedang asik membaca buku melalui media elektronik yaitu Napiter Umar Patek. "Saya memanfaatkan waktu di sini dengan membaca buku untuk menambah wawasan serta pengetahuan agar memiliki bekal ketika bebas" ucap Umar Patek.
Baca juga: Raih Antusiasme Tinggi, Bupati Yes Pastikan Lamongan Tempo Doeloe Berlanjut Tahun Depan
Selama tiga jam tersebut tim terkesan dengan inovasi pelayanan yang diberikan Lapas. Tim juga terkesan dengan produksi tahu nigarin dan meubeler yang sudah sampai luar daerah bahkan luar negeri. (bro)
Editor : Satria Nugraha