Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
“Program ngaso ini dibuat di blok hunian karena masjid Lapas tidak cukup menampung seluruh warga binaan,” terang Kalapas Porong Gun Gun Gunawan. Sebenarnya, lanjut Gun Gun, pihaknya menggiatkan sholat 5 waktu bersama di masjid lapas. Namun, pihaknya memberikan tambahan asupan rohani lewat program ngaso ini. “Ngaso ini rutin kita gelar dari blok satu ke blok yang lain pada malam Kamis-Jumat,” tutur Gun Gun.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Selain sebagai sarana ibadah, forum keagamaan ini menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga binaan sekaligus petugas. Maklum, masyarakat Jawa Timur selama ini memang erat dengan budaya tahlil maupun doa bersama. Kegiatannya pung disamakan dengan kegiatan tahlil di desa-desa. Mulai dari tawasul pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan pembacaan istighosah yang dipimpin salah satu ustadz yang bertugas di Masjid Nurul Fuad Lapas Surabaya. “Jadi kita buat semirip mungkin dengan budaya yang ada di masyarakat, biar mereka merasa sedang bermasyarakat juga,” terangnya.
Pada Jumat malam (19/11), Ngaso bertempat di blok C yang diikuti sebanyak 45 narapidana. Mereka terlihat khusyuk dalam membaca tiap kalimat-kalimat doa. Usai kegiatan, petugas juga memberikan informasi tentang peraturan dan perkembangan proses pembinaan bagi warga binaan. "Kami berharap warga binaan bisa semakin tenang, sehingga kondisi lapas juga tetap aman," imbuhnya.(mkr)
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
Editor : Satria Nugraha