KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim tengah getol dan fokus memberantas mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu upayanya, yakni dengan gerakan masif penggunaan QRIS di berbagai sektor, termasuk pariwisata.
[irp]
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran berupa QRIS menjadi penting agar pemulihan ekonomi bisa segera tercapai tanpa kontak langsung antar konsumen, pedagang, maupun produsen.
Oleh karena itu, gerakan tersebut harus didorong dan didukung oleh semua seluruh pihak. "Resep terbaik dari pemulihan ekonomi semasa pandemi ini adalah dengan menurunkan positivity rate Covid-19 sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan perekonomian. Untuk itu, memang harus kita sediakan fasilitas QRIS ini," kata Emil, Rabu (17/11/2021).
Emil membeberkan, penurunan pariwisata Jatim pada Januari-Juli mencapai 98,15 persen. Sedangkan setelahnya turun 71,27 persen atau tumbuh 26,88 persen. Sehingga, ini memperlihatkan bahwa bahkan di tengah pandemi, masyarakat tetap sangat membutuhkan kunjungan ke tempat-tempat pariwisata.
"Pariwisata itu memang kebutuhan tersier bagi pengunjung, tapi merupakan kebutuhan primer bagi pekerja di sana. Inilah yang pemerintah usahakan untuk ter-cover dengan tetap menjaga protokol kesehatan sembari menjaga sektor ini pulih karena pariwisata juga menyumbang pada pertumbuhan ekonomi Jatim," terangnya.
Untuk itu, lanjut dia, produsen dan penyedia jasa harus menyiapkan bukan hanya hanya fasilitas tapi juga peningkatan produk yang ditawarkan. "Jadi sudah tidak relevan lagi untuk mempromosikan sesuatu yang premium dan mahal di tempat pariwisata. Karena dengan digitalisasi sistem yang ada, masyarakat sudah bisa membandingkan harga dan menerima barang serupa langsung di rumah. Salesman sudah bisa harus bersaing," tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan produk dan jasa serta harga bersaing inilah yang bisa menarik wisawatan, khususnya wisawatan domestik. Ditambah dengan digitalisasi sistem pembayaran yang memudahkan.
"Saya rasa kita semua sepakat kalau pariwisata harus didorong dengan syarat penyebaran kasus positif Covid-19 harus terkendali. Harapannya, masyarakat mau berkunjung karena tempat pariwisata sudah di-upgrade dan metode pembayaran menjadi sangat mudah dengan QRIS ini," harapnya.
Sekadar informasi, penggunaan QRIS pada sektor pariwisata sendiri merupakan bagian dari 4 program pemulihan ekonomi yang dicanangkan Bank Indonesia. Yakni, perkembangan destinasi kab/kota, penerapan destinasi pariwisata berkelanjutan, investasi di tempat pariwisata, serta pengelolaan masyarakat di kab/kota. (bro)
Editor : Redaksi