KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Wayang Nasional jatuh setiap 7 November. Sebanyak 22 dalang wayang di Kabupaten Ponorogo menggelar wayangan virtual.
[irp]
Baca juga: UMKM Rumahan Jember Sukses Pasarkan Kombucha, Raup Omzet Jutaan dari Tren Minuman Sehat
"Acara secara virtual itu satu malam. Semua dalang di Ponorogo akan tampil. Mulai yang usia 8 tahun hingga 70 tahun," ujar salah satu dalang di Ponorogo, Purbo Sasongko, Sabtu (6/11/2021).
Dia menjelaskan 22 dalang yang akan tampil merupakan anggota Paguyuban dalang manikmaya Ponorogo. Nanti juga didukung sanggar pasopati Duri, Slahung dan Sanggar Bodronoyo Bedingin, Sambit.
"Teknisnya dalam sekali pentas ada tiga dalang dalam satu panggung. Nanti bergantian," tegasnya.
Menurutnya, nanti cerita yang akan dipentaskan ada dua alur, untuk dalang anak-anak cerita Dewa Ruci. Sedangkan dalang dewasa menceritakan ampak-ampak Wirata.
Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional
"Selama pandemi covid 19 ini baru pertama kali. Makanya hanya secara virtual. Bagi masyarakat yang ingin menonton bisa melalui kanal youtube juve multimedia," terangnya
Dia meminta untuk pecinta wayang tetap melihat di rumah. Tidak perlu untuk datang ke lokasi acara.
"2019 lalu ada acara juga. Tetapi belum pandemi jadi acaranya di Pendopo. Kami ingin menunjukkan wayang tangguh. Pandemi tak bisa mematikan seni regenerasi dalang tetap berjalan," tandas Purbo.
Baca juga: Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu
Pun selain itu, Purbo berharap pertunjukan seni salah satunya wayang tetap menjadi daya tarik wisatawan ke Ponorogo. Sekaligus sebagai warisan kepada generasi penerus.
Dia menegaskan Ponorogo adalah kota budaya ketiga di Indonesia setelah Jogjakarta dan Solo. "Sudah barang tentu kami berharap dan siap mendukung konten utama Ponorogo adalah budaya baik seni pertunjukan maupun seni kehidupan," pungkas Purbo.(mkr)
Editor : Fauzy Ahmad