6 Korban Perahu Terguling di Bojonegoro Belum Ditemukan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Sebanyak enam korban tergulingnya perahu di tambagan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro belum ditemukan.

[irp]

Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho

Satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 10 korban ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan peristiwa ini diduga terjadi karena perahu oleng. Kesaksian korban yang selamat, saat itu ada tiga motor yang roboh sehingga menyebabkan perahu oleng. Hal ini diperparah dengan arus Bengawan Solo yang tengah deras-derasnya.

"Jadi untuk kemarin itu arus air juga cukup deras jadi mengakibatkan perahu tenggelam. Jadi memang arus air cukup deras kemudian ada tiga sepeda motor di sebelah yang roboh. Hal ini menjadi salah satu pemicu terbaliknya perahu itu," papar Ardhian di lokasi kejadian, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Kendati demikian, Ardhian menampik jika pembangunan jembatan di dekat lokasi kejadian ikut mempengaruhi tenggelamnya perahu tambang.

"Saya menyampaikan kalau itu tidak ada kaitannya dengan bendungan, dengan kegiatan pekerjaan," ujar Ardhian.

Baca juga: Bangun Kebersamaan dengan Pesilat, Kapolsek Balen Fokus Ciptakan Wilayah Kondusif

Sementara itu, Kepala Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Neny Rachmawati menduga tiang di sisi kiri dan kanan dari pembangunan jembatan, mengakibatkan adanya penyempitan lajur air sungai. Hal ini berdampak pada arus air yang deras berada di bagian tengah sungai.

"Nggih, itu juga bisa menyebabkan arusnya yang deras itu ada karena timbunan tanah di sisi kiri dan kanannya tiang jembatan. Akhirnya air yang harusnya bisa melebar akhirnya menyempit lewat tengah tiangnya tadi," kata Neny.(*)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru