KLIKJATIM.Com | Surabaya - Fenomena La Nina diprediksi bakal melanda Indonesia mulai Oktober 2021 hingga Februari 2022 mendatang. Fenomena tersebut bisa memicu bencana hidrometeorologi.
[irp]Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Oleh sebab itulah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kabupaten/kota di Jatim memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk menghadapi ancaman hidrometeorologi dan La Nina.
"Meski BMKG menyebut fenomena La Nina lemah, namun mitigasi dari hulu ke hilir oleh Forkopimda Jatim dan kabupaten/kota harus tetap dilakukan. Jangan sampai sudah kejadian, baru kebingungan,” kata Khofifah, Senin (25/10/2021).
Khofifah mengatakan, pemerintah daerah secara rutin harus melakukan update data dan informasi perihal cuaca dan iklim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Setiap peringatan dini yang dikeluarkan BMKG terkait cuaca dan iklim, kata Khofifah, harus secepatnya direspon dan disebarluaskan jika menyangkut kedaruratan di wilayah masing-masing.
Sedangkan masyarakat, kata dia, juga harus diberikan pemahaman menyeluruh untuk meningkatkan kesiap-siagaan dan kewaspadaan. Dengan demikian, masyarakat bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan atau evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana akibat fenomena La Nina ini.
"Bencana tidak bisa ditolak, tapi dampak dan akibatnya bisa diminimalisir dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang kuat," tandasnya. (rtn)
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Perempuan Mabuk Terima Santunan Rp 267 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Editor : Redaksi