KLIKJATIM.Com | Gresik - Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos), Andi ZA Dulung ikut memantau langsung penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Kabupaten Gresik, Minggu (2/2/2020). Tepatnya di e-Warung Munrofingah Sekarkurung, Kecamatan Kebomas.
Dalam kunjungannya ini, Dirjen FPM juga menegaskan, untuk besaran nilai BPNT setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhitung mulai Januari 2020 ada kenaikan. Awalnya dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu.
Baca juga: Sekolah Rakyat Sumenep Dibuka Pekan Depan, Seragam Belum Tersedia
"Tidak berupa uang tunai tapi dalam bentuk kartu yang harus dibelanjakan semua (Rp 150 ribu, red). Dan, yang boleh dibeli itu sudah ada listnya seperti beras, telor, ayam, daging, kacang-kacangan, sayuran," kata Andi.
[irp]
Setiap KPM dapat mengambil bantuan nontunai tersebut di e-Warung. Atau, di toko-toko yang terdapat mesin Electronic Data Capturenya (EDC).
Baca juga: Pemkab Gresik Diminta Daftarkan Warga Miskin di DTKS Untuk Dapat PBI JK
"Kalau belanja bantuan ini harus di toko yang ada EDC dari bank. Karena, itu (EDC) sebagai tanda toko yang telah ditunjuk oleh bank," tuturnya.
Diharapkan, program BPNT ini benar-benar terlaksana dengan maksimal khususnya di Jawa Timur.
[irp]
Baca juga: ODGJ di Boboh Menganti Bawa Senjata Tajam, Diamankan Dinsos Gresik
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jatim, Alwi menambahkan, bahwa program bantuan ini dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat. "Melalui program dari Kementerian Sosial ini diharapkan bisa mempercepat kesejahteraan," imbuhnya.
Pantauan di lapangan, tampak ikut mendampingi Kadinsos Gresik, Sentot Supriyohadi dan beberapa perangkat desa setempat. "Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini," ungkap Musyaroh, KPM asal Desa Kedanyang. (iz/nul)
Editor : Redaksi