Arsitek Putera Bawean Raih Penghargaan IAI Jatim Award 2021

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Malang – Imajiner Arsitek mendapatkan penghargaan dari ikatan arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur Award 2021. Pengumuman pemenangan itu disampaikan saat HUT IAI ke 41 dengan tema peningkatan kesadaran masyarakat pada arsitek dan lingkungan.

[irp]

Imajiner Arsitek karya putra daerah Pulau Bawean Akhmad Fatah Yasin memperoleh pengharagaan kategori bangunan Gedung hunian (Honorable mention Red) di IAI Jatim. Degan dengan nama Recyle House yang berarti memaksimalkan barang bekas dan pengelolahan sampah lingkungan dalam tekstur bangunan. Agenda tiga tahunan itu mempersembahkan 33 karya arsitek dari beberapa daerah di Jatim.

Owner Imajiner Arsitek Akhmad Fatah Yasin mengatakan, Hakikatnya rumah adalah banguan yang bersifat sementara dan sebagai perantara untuk mengingatkan kembali kepada Sang Pencipta. Maka rumah ini ditujukan sebagai media beribadah melalui sosial dan Edukasi.

”Recycle House adalah rumah yang dikonsep untuk memenuhi kebutuhan penghuni yang juga berfungsi sebagai Ruang Sosialisasi, Interaksi & Edukasi mengenai arsitekur, sekaligus diperuntukkan sebagai Kantor Imajiner Arsitek. Recycle House sendiri mengapikasikan konsep dengan penggunaan bahan Lokal & Bekas,” katanya didampingi asisten arsitek Zaenal Abidin, Senin (11/10/2021). 

Dikatakan Afys sapaan akrabnya, rumah hasil karyanya ini ada di Perumahan Nadia Residence A17 Kota Batu dengan luas lahan 82 m2/152m2 yang selesai dibangun pada tahun 2016 silam. Yang terbagi dua ruang, yakni ruang publik sebagai ruang interaksi, edukasi dan sosialisasi didalamnya ada Dhurung atau Gazebo, ruang tamu, teras, ruang kerja, ruang belajar, balkon. Dan ruang privat sebagai ruang penghuni rumah meliputi, kamar utama dan anak, ruang keluarga, mushollah, kamar tamu dan dapur,

”Ruang public terdapat lantai 1 yang merupakan area entrance dan lantai 3 yang berfungsi sebagai ruang belajar dan bekerja. Dan ruang privasi terdapat di bagian lantai 2 yang dikhusukan untuk penghuni rumah,” papar pria yang sudah bersetifikasi arsitek madya.

Adapun aplikasi konsep pada bangunan recycle house dengan mengaplikasikan banyak material bekas pada detail bangunan yang masing-masing memliki fungsi berbeda. Penggunaan bahan daur ulang selain berfungsi untuk penghematan biaya dan nilai estetika juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman ruang pengguna baik penghuni rumah maupun tamu.

“Dari kayu bekas, bambu bekas, botol bekas, dan bata bekas, ” tambah alumni pendidikan Arsitektur ITN Malang itu.

Dirinya dengan dunia arsitek sangat  konsisten dengan barang bekas, dan murah. Besar harapan   rumah ini menjadi rumah edukasi bagi masyarakat.

“Dari barang bekas bisa mudah membuat rumah. Dengan meningkatnya budaya konsumen di Indonesia. Kami di rumah mulai pagi sampai sore hanya memakai penerangan alami. Bagaimana cahaya sinar matahari  yang masuk, jadi tidak panas,”pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru