KLIKJATIM.COM | LAMONGAN – Bank Perkreditan Desa Bina Karya Desa (BKD) melaporkan salah satu perangkat Desa Dinoyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan berinisial SW ke polisi. Ini setelah perangkat desa tersebut diduga menggelapkan uang bank senilai Rp 129 juta.
Kepala Bank Perkreditan Desa BKD Dinoyo Teguh Pristiwaji mengatakan kasus ini bermula saat pihaknya melakukan audit keuangan. Dalam audit tersebut, pihaknya menemukan ada sejumlah uang yang tidak diketahui keberadaannya dimana.
Baca juga: Pecah Kongsi di Jember: Wakil Bupati Gugat Bupati Rp 25 Miliar, Tuduh Ada Upaya Peminggiran Peran
[irp]
“Saya kemudian melakukan kroscek ke SW selaku kasir dan penanggungjawab keuangan. Tetapi yang bersangkutan mengaku uang tersebut dibawa Pak Afrian Aris Sandi selaku Kepala Desa. Namun setelah kami tanyakan ternyata Pak Afrian tidak tahu,” ujarnya melalui Arif Hendarwan usai melakukan laporan kepada polisi.
Kemudian, pihaknya melakukan penelusuran. Akhirnya ditemukan bahwa uang tersebut disimpan di koperasi atas nama SW.
Hal senada juga disampaikan, Kepala Desa Dinoyo Afrian Aris Sandi. Orang nomor satu di Desa Dinoyo tersebut mengatakan sebenarnya pihaknya sudah sempat melakukan upaya musyawarah secara kekeluargaan. Namun, SW tetap berkelit tidak mau mengakuinya.
[irp]
Baca juga: Terungkap Siswa Cuma Masuk Hari Jumat, Disdik dan DPRD Sampang Sepakat Tutup SDN Batuporo Timur 1
"Karena tidak ada pengakuan dan tidak ada titik temu. Akhirnya untuk menyelesaikan masalah tersebut agar ada titik terang akhirnya kami mengambil langkah hukum, agar pihak kepolisian yang menyelesaikan," tegas kades dua periode ini.
Ditemui terpisah, SW selaku terlapor mengaku tidak pernah membawa uang sebagaimana yang dituduhkan kepadanya. Dirinya merasa tidak pernah membawa tersebut apalagi menggelapkannya.
"Saya kemarin sudah memberikan keterangan dihadapan penyidik Polres Lamongan. Saya sudah menceritakan yang sebenarnya. Intinya saya tidak pernah membawa uang tersebut," terangnya.
[irp]
Sementara itu, Kanit I Satreskrim Polres Lamongan Ipda Sunandar membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus pengaduan masyarakat terkait dugaan penggelapan uang Bank Perkreditan Desa Dinoyo.
"Benar, sifatnya masih dumas. Pihak pengadu, pihak teradu dan beberapa saksi sudah kami minta keterangan. Untuk lebih lanjutnya masih sedang kami dalami," jelas perwira polisi dengan satu balok di pundak ini. (bis/hen)
Editor : Redaksi