KLIKJATIM.Com | Gresik—Penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Gresik kembali bermasalah. Keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Kecamatan Cerme tidak pernah menerima uang bantuan, padahal setiap tiga bulan sekali uang bantuan itu tercatat masuk ke rekening.
[irp]
Baca juga: Pesona Heritage Surabaya dalam Balutan Women Ride: 15 Lady Bikers Jajal Ketangguhan New Honda ADV160
KPM-PKH itu adalah SM asal Kecamatan Cerme. Dari hasil print buku rekening di Bank BNI milik SM, tercatat ada dana hingga Rp 6.281.759. Sayangnya, SM merasa sama sekali tidak pernah menarik uang haknya sebagai KPM di ATM.
“Setiap bulan ATM diminta oleh pengurus kelompok PKH. Tapi tidak pernah dapat bantuan,” kata SM saat didatangi klikjatim.com di rumahnya, Senin (4/10/2021).
Dijelaskan SM, saat ATM diminta oleh pengurus kelompok PKH dia dijanjikan akan mendapatkan bantuan. Terakhir, dia dijanjikan akan diberikan bantuan beras.
“Dijanjikan bantuan beras. Tapi sampai sekarang saya juga tidak pernah menerima bantuan apapun,” katanya.
SM mengaku tercatat sebagai KPM PKH sejak 2017 lalu. Saat itu, SM memiliki dua komponen. Yakni anak pertama duduk dibangku SMP dan anak kedua di bangku SD. Tapi di tahun 2017, SM hanya menerima untuk satu komponen saja.
Nah sejak awal 2020 lalu lebih mengenaskan. Anak pertama SM sudah tidak berhak menerima PKH karena sudah lulus SMA. Tapi anak kedua SM masih duduk di bangku SMP. Seharunya, SM menerima Rp 1,5 juta setiap tahunnya.
Baca juga: Warga Jember Merapat! Beli Motor Honda Sekarang, Berpeluang Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis
“Sejak 2020 tidak menerima lagi. Terus kemarin bulan Juni tiba-tiba menerima sekali Rp 375 ribu. Setelah itu tidak ada lagi,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Gresik, Lestari Widodo membenarkan adanya kejadian bantuan yang tidak tersalurkan sampai ke tangan KPM. Widodo memastikan, kasus ini telah dilakukan investigasi.
“Kasus ini bukan lagi dugaan. Tapi memang benar-benar fakta, dan kami sudah melakukan investigasi,” katanya kepada klikjatim.com melalui sambungan selulernya.
Widodo memastikan, dari hasil investigasi tidak ada campur tangan pendamping PKH dalam pemotong dana ini. Widodo mengungkapkan, pelaku pemotongan dana ini dilakukan oleh ketua kelompok KPM di salah satu desa di Kecamatan Cerme.
Baca juga: Muslimat NU Padati Istiqlal, Khofifah dan Menag Nasaruddin Gaungkan Gerakan Minal Masjid Ilal Masjid
“Saya pastikan tidak ada keterlibatan SDM Pendamping PKH. Ini murni kesalahan dari ketua kelompok. Karena sejak awal kami telah mengharamkan SDM Pendamping PKH memegang ATM atau KKS milik KPM,” beber Widodo.
Widodo melanjutkan, dalam kasus ini, juga dilakukan mediasi antara KPM yang dananya dipotong, kemudian SDM Pendamping PKH serta pihak pemerintah desa. Dari mediasi itu juga diketahui, ada 17 KPM PKH yang tidak menerima bantuan meski dana bantuan telah ditransfer ke rekening masing-masing.
“Sudah kami lakukan investigasi. Yang bersangkutan (ketua kelompok) sudah kami minta bertanggungjawab dan kami minta secepat-cepatnya untuk mengembalikan uang bantuan tersebut kepada 17 KPM,” pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi