Tambah Lagi, 27 Daerah di Jatim Masuk Level 1

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Jumlah daerah di Jatim yang berstatus level 1 kembali bertambah. Dari rilis Kemenkes RI per 26 September 2021 ada penambahan sehingga menjadi 27 daerah di Jatim dinyatakan masuk level 1.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Adapun kabupaten/kota yang masuk dalam level 1 yaitu Kab. Tuban, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan, Gresik, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Surabaya, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Banyuwangi. 

Sementara untuk level 2 di Jatim kembali mengalami penurunan dari 13 kabupatan/kota menjadi 11 kabupaten/kota mengacu pada assesmen dari Kemenkes RI.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Dengan begitu, sebanyak 28,95 persen kabupaten/kota berada pada level 2. Di antaranya, Kab. Tulungagung, Trenggalek, Sumenep, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kab. Bangkalan.

"Alhamdulillah, sebanyak 27 kabupaten/kota atau 71,05 persen berada di level 1,11 kabupaten/kota atau 28,95 persen level 2. Suasana seperti ini patut kita syukuri. Namun mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Sesuai hasil assesment dari Kemenkes RI, lanjut Khofifah, Jatim kini menjadi provinsi dengan kabupaten/kota level 1 terbanyak di Jawa-Bali. Selanjutnya diikuti dengan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, patuh terhadap prokes, bekerjasama dan bersinergi serta diikuti doa bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- Polri, Pemkab Pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim," pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru