Mendes PDTT Berharap 0% Kemiskinan Ekstrem Mulai dari Lamongan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar dan Bupati Lamongan,, Yuhronur sedang diskusi tentang strategi pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamongan, Sabtu (25/9/2021). Dalam kesempatan ini, ia bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi telah mendiskusikan tentang konsep penanggulangan kemiskinan ekstrem bersama untuk diterapkan di daerah setempat.

[irp]

Baca juga: Wujudkan Ekosistem Pendidikan Berkeadilan, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 26 Sekolah di Kediri

Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim mengungkapkan, bahwa konsep ini adalah solusi yang diharapkan mampu dilaksanakan untuk mencapai target Presiden Joko Widodo. Yaitu mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024. 

Dengan menggunakan pendekatan mikro berbasis desa, maka data yang diperoleh langsung dari desa ini dianggap akan lebih detail.

Selain itu, menurutnya, leader dalam pelaksanaan konsep ini terletak pada Pemerintah Daerah (Pemda) yang dalam hal ini adalah kabupaten. "Target presiden nol peren kemiskinan ekstrem di tahun 2024 ini tidak akan terwujud, kalau cara kerjanya tidak mikro. Tidak berbasis data desa dengan bupati sebagai leader dalam penanganan ini, dan pemerintah pusat, pemerintah provinsi mengikuti road map yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah," terang dia.

Menurut Halim, ada 2 macam kemiskinan ekstrem. Yakni warga miskin ekstrem yang hampir seluruh kompleksitas multi dimensi kemiskinan yang dimiliki (lansia, tinggal sendiri, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis, rumah tidak layak, tidak memiliki fasilitas memadai), serta warga miskin ekstrem yang masih mungkin melakukan aktualisasi diri untuk bertahan hidup.

"Untuk kategori miskin yang pertama penanganannya pemerintah wajib hadir sesuai dengan ketentuan undang-undang, tapi untuk yang nomor dua ini masih bisa diberdayakan. Kategori miskin ini bisa dipilih di masing-masing desa, akan lebih jelas penanganan dan pasti akan selesai. Sehingga yang ditargetkan presiden nol persen pada tahun 2024 pasti terlaksana," ucapnya.

Gus menteri berharap, kategori kemiskinan ini dapat dipilah di masing-masing desa. Sehingga dapat mempermudah penanganan.

Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi

Seperti contoh salah seorang lansia di Kecamatan Babat, yang hidup sendiri dan bisa dikategorikan miskin ekstrem dengan kompleksitas dimensi kemiskinan. Namun ternyata tidak memiliki akses bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejenisnya. 

"Setelah dikonsolidasi ternyata masih tergolong mampu karena memiliki keluarga," ungkapnya.

Selain strategi pendekatan mikro berbasis desa dengan leader kabupaten, pelaksanaan dan tindak lanjut melalui posyandu kesejahteraan juga dianggap efektif untuk dikembangkan.

Harapannya setelah pertemuan diskusi ini akan ada tindak lanjut dari Pemkab Lamongan, dengan pihak-pihak di Lamongan untuk melakukan konsolidasi secara bersama-sama. "Tentu saya berharap dengan sangat, langkah pemerintah pusat untuk menciptakan atau mewujudkan target Pak Presiden ini bisa terwujud dan dimulai dari Kabupaten Lamongan. Sehingga belum ada kabupaten yang dinyatakan nol persen kemiskinan ekstrem, Kabupaten Lamongan lebih dulu ditetapkan oleh Pak wakil presiden sebagai kabupaten nol persen kemiskinan ekstrem," tambah dia.

Baca juga: Bursa Transfer Panas! Persela Tambah 6 Pemain, Kiper Jadi Target Berikutnya

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur, Efendi mengungkapkan kesiapannya untuk mewujudkan 0% kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. "Pada prinsipnya setelah diberikan pemahaman secara komprehensif, kami siap untuk nol persen kemiskinan ekstrem khususnya di Kabupaten Lamongan. Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, elemen-elemen yang kita gunakan nanti untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap, posyandu di sini sudah berkembang dengan baik, sudah mencakup lansia, pendidikan, tinggal sebenarnya penajaman di masing-masing itu," ungkap Yuhronur.

Menindaklanjuti hal tersebut, dia juga meminta berbagai pihak terkait untuk segera melakukan sinergi dalam mempertajam dan memfokuskan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan. 

"Yang terpenting sekarang langkah pertama adalah data penduduk dengan kemiskinan ekstrem untuk lebih jelas, lebih fokus lagi. Sehingga kita lebih mudah dalam pemetaan itu. Nanti bisa segera, dan hari Senin saya minta kita segera berkumpul untuk lebih fokus lagi pada kemiskinan ekstrem di Lamongan," urai Yuhronur. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru