Capaian BPHTB Gresik Hingga Agustus 72 Persen, Sisa 3 Bulan untuk Penuhi Target

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Sudut pelayanan BPPKAD Kabupaten Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggenjot pendapatan dalam masa pandemi terus dilakukan. Salah satunya dari sektor pendapatan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang targetnya naik dari sebelumnya Rp 315 miliar menjadi Rp 400 miliar sesuai hasil pembahasan dalam P-APBD 2021 kemarin.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

"P-APBD 2021 kan belum disahkan (dari Gubernur, red), jadi masih pakai target 2021," ujar Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, Nuri Mardiana saat mengklarifikasi terkait besaran target yang dibebankan kepada dirinya.

Jika mengacu target awal Rp 315 M, maka sampai akhir agustus 2021 lalu sudah tercapai 72,24 persen.

Di sisa waktu sekitar 3 bulan hingga Desember nanti, pihaknya tetap optimis bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran pada BPPKAD Gresik, Herawan Eka Kusuma mengaku ada sejumlah potensi yang memang dibidik untuk meningkatkan target BPHTB. “Misalnya setelah peraturan presiden (perpres) kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE turun, ada potensi masuknya pendapatan dari freeport melalui sewa beli,” ungkap dia.

Baca juga: Tinggalkan Kunci di Dashboard Saat Tidur, Motor Pekerja Car Wash di Gresik Raib Digondol Rekan Sendiri

Selain itu, juga masih ada potensi lainnya. Misalkan ada perusahaan yang mengajukan HPL dan ada juga peralihan lahan. 

“Pemkab Gresik akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa merealisasikan target yang diberikan kepada kami,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Gresik, Moch Abdul Qodir membenarkan bahwa target pendapatan BPHTB memang dinaikkan menjadi sekitar Rp 400 miliar. Keputusan itu sesuai hasil rapat antara DPRD dengan BPPKAD pada Perubahan APBD 2021 kemarin.

Baca juga: Fasilitas IPAL Belum Sesuai Standar, Operasional Dapur MBG di Kabupaten Gresik Dievaluasi

“Pada pembahasan P-APBD memang BPHTB dinaikkan” ujarnya.

Kenaikan yang cukup besar tersebut sangat beralasan. Sebab ada potensi di beberapa lokasi yang sudah dibebaskan oleh investor. Juga ada potensi yang sempat berhenti karena pandemi, kini mulai diproses kembali. 

“Ada potensi yang masih bisa digali. Makanya kami optimis bisa tercapai,” ungkap Qodir. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru