Istri Selingkuh Saat Ditinggal Jadi TKI di Malaysia, Pria Ini Depresi dan Gantung Diri

klikjatim.com
Petugas polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Efendi (30), warga RT 31/RW 07, Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Itu setelah sepulangnya dari Malaysia mendapatkan kabar istrinys selingkuh dengan pria lain.

Mayat bapak satu ini ditemukan pertama kali ditemukan ibunya Sri Tona (50), tergantung tali tampar lehernya di lantai dua rumahnya sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (22/1/2020). Melihat anaknya tergantung, Sri Tona langsung melaporkan kepada Ketua RT setempat.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

“Bersama tetangga, mayat korban lalu diturunkan,” kata Kapolsek Dukun Iptu Mustadji, di Gresik.

[irp]

Informasi yang dihimpun, Efendi bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Saat di Malaysia, korban di telepon istrinya Eva Kurniawati. Dalam percakapan telepon itu, istri korban mengaku telah selingkuh dengan dua laki-laki lain.

Mendengar kabar tersebut, korban selanjutnya bergegas pulang ke kampung halamannya. Korban berniat menemui istrinya dan meminta agar berhenti berselingkuh. Korban pun lalu menjemput istrinya di rumahnya di wilayah Kecamatan Bungah.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Sayangnya, niat baik korban ternyata tidak direspon istrinya. Sebaliknya, istri korban bersikukuh minta diceraikan. Sementara korban masih ingin menjalin rumah tangga meski telah dua kali diselingkuhi saat ditinggal menjadi TKI di Malaysia.

[irp]

“Korban tidak ingin cerai, tapi sama istrinya tidak peduli lagi, setelah itu pulang ke rumahnya di Lowayu, Dukun. Korban stres, dipikir-pikir terus lalu gantung diri," terang Iptu Mustadji.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Mustadji menambahkan, berdasarkan keterangan dari para saksi, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran depresi dengan ulah istrinya yang selingkuh saat ditinggal kerja di Malaysia. Dari pemeriksaan polisi, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Tidak ada riwayat permasalahan lain dan juga korban tidak memiliki riwayat penyakit. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki korban untuk diotopsi serta tidak dilakukan proses hukum dan membuat surat pernyataan," pungkas Mustadji. (iz/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru