Antisipasi Kebakaran, Rutan Perempuan di Porong Sidoarjo Pasang Delapan APAR

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Mengantisipasi terjadinya kebakaran, Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Surabaya Kanwil Kemenkumham Jatim di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo terus berbenah. Di antaranya dengan mamasang alat pemadam kebarakan (APAR).

[irp]

Baca juga: Lantik Pengurus PAC GP Ansor Sekaran, Wabup Dirham Ajak Pemuda Jadi Garda Depan Pembangunan SDM Lamongan

Dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, pemasangan APAR itu dilakukan hari ini, Senin (13/9/2021). Total ada delapan unit APAR jenis dry powder dan carbon dioxide yang ditempatkan di beberapa titik rawan. Seperti kantor teknis, area pintu utama (P2U), pos komandan jaga, dapur, bengkel kerja, dan blok hunian.

Titik lokasi yang dipilih adalah tempat yang dianggap rawan terjadi insiden kebakaran. Sebelumnya, tim damkar telah melakukan peninjauan lokasi pada Jumat (10/9/2021) lalu.

“Ternyata tim damkar menyarankan agar kami menambah beberapa APAR dan langsung ditindaklanjuti hari ini,” ujar Karutan Perempuan Surabaya Amiek Diyah Ambarwati.

Baca juga: Banjir Hadiah! Beli Motor Honda di Banyuwangi Bisa Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis

Amiek melanjutkan hal  ini diambil sebagai salah satu langkah deteksi dini gangguan keamanan dam ketertiban. Khususnya mengantisipasi terjadinya kebakaran. Amiek menyatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan penguatan dari sisi SDM. Mengingat mayoritas petugas adalah perempuan.

"Kami juga berencana mengadakan pelatihan petugas, agar petugas kami punya pengalaman," ujarnya.

Baca juga: Pertama di Jember! Festival Bogasari 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Manjakan Lidah dengan Ratusan Kuliner

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menekankan bahwa meski bangunan gedung Rutan Perempuan tergolong baru, namun harus tetap waspada. Petugas juga harus memiliki kemampuan yang sama dalam penanganan bencana. Sehingga, sangat penting ada pelatihan teknis penanganan bencana di sana.

“Rutan Perempuan ini kan termasuk satker dengan perlakuan khusus, sehingga memang perhatiannya harus lebih besar,” tutur Krismono.(mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru