KLIKJATIM.Com | Surabaya - Harga gula di Jawa Timur (Jatim) sedang mengalami kenaikan menyusul terjadinya kelangkaan di beberapa titik. Namun, kondisi ini dirasa aneh karena perhitungan di atas kertas seharusnya malah surplus.
Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Provinsi Jatim. Sehingga bisa mendengarkan penjelasannya secara langsung terkait penyebab kelangkaan gula di Jatim.
Baca juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp32,16 Miliar untuk Warga Ngawi
“Kami ingin tahu penjelasan dari sana (Disperindag), kenapa ini terjadi? Jadi harus dicari dulu akar permasalahan kelangkaan gula di Jatim, yang berdampak pada kenaikan harga,” ungkap politisi PKB ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (19/1/2020).
[irp]
Dia berharap, kelangkaan gula di Jatim bisa segera teratasi. Artinya, jangan sampai berlarut-larut karena meresahkan masyarakat.
“Kami minta juga Disperindag Jatim gencar melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan dan harga kembali normal,”jelasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Kekuatan Jatim Sebagai Pemain Utama Rantai Halal Nasional
Sekedar diketahui, bahwa stok gula di Jatim pada saat ini dalam posisi aman. Bahkan kondisinya disebutkan surplus hingga bulan Mei mendatang saat musim giling tiba.
[irp]
Berdasarkan produksi gula tahun 2019 dari delapan pabrik gula di Jatim, total produksinya sebanyak 1.046.855 ton setahun. Dan saat ini persediaan gula di Jatim masih 185.785 ton.
Baca juga: Potensi Produksi Padi Jatim Januari–Juli 2026 Terbesar Se-Indonesia Capai 7,71 Juta Ton GKG
Kemudian tingkat konsumsi gula di Jatim sampai bulan Mei 2020 diperkirakan mencapai 175.500 ton. Sehingga terdapat surplus 10.000 hingga musim giling pada bulan Mei. Tapi anehnya, di Jatim malah terjadi kelangkaan yang berdampak terhadap kenaikan harga. (try/roh)
Editor : Redaksi