Lakukan Restrukturisasi, PT PPA Bantu PT Iglas Selesaikan Pesangon Eks Karyawan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Penyerahan pesangon kepada mantan karyawan PT Industri Gelas. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) (Persero) berpartisipasi aktif dalam proses restrukturisasi PT Industri Gelas (Persero) atau (PT Iglas) dalam penyelesaian hak eks karyawan dengan cara membeli aset PT Iglas. Karena dengan hasil penjualan ini dipergunakan untuk membayarkan pesangon kepada 429 eks karyawan PT Iglas yang mencapai Rp 63 Miliar.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Pemenuhan hak eks karyawan tersebut merupakan bagian dari langkah restrukturisasi yang dilakukan PT PPA pada PT Iglas. Adapun pengambilalihan aset tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN selaku Pemegang Saham.

Pembayaran pesangon eks karyawan diserahkan secara simbolis oleh Direktur PT Iglas, Bambang Damyasik kepada perwakilan Serikat Pekerja PT Iglas yang disaksikan oleh Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi dan Direktur Investasi 1 dan Restrukturisasi PT PPA Rizwan Rizal Abidin di Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (10/9/2021).

Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, dalam melaksanakan restrukturisasi ini, PT PPA sangat memperhatikan berbagai aspek. Yaitu aspek hukum, aspek sosial, aspek bisnis, dan aspek keuangan dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta tata nilai tagline AKHLAK.

"Sebagai langkah nyata untuk menjalankan pilar bisnis Restrukturisasi BUMN Titip Kelola, PT PPA melakukan restrukturisasi PT Iglas, di mana salah satunya adalah penyelesaian seluruh kewajiban kepada 429 eks karyawan PT Iglas," paparnya.

Dengan selesainya pembayaran pesangon eks karyawan PT Iglas, PT PPA telah melaksanakan salah satu langkah restrukturisasi terhadap PT Iglas sesuai dengan _roadmap_ penanganan. Sebagai pemegang Surat Kuasa Khusus dari Menteri BUMN, PT PPA melakukan berbagai tahapan restrukturisasi yang komprehensif terhadap 21 perusahaan BUMN dengan beberapa tahap. Yaitu uji tuntas (due diligence) dan roadmap development, roadmap execution, sustainable business model, dan exit strategy.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Pada saat melakukan due diligence dan roadmap development, PT PPA dibantu oleh konsultan independen di antaranya konsultan strategic management, keuangan, hukum, dampak sosial dalam melakukan beberapa kajian. Termasuk di antaranya kajian mengenai prospek usaha, kemampuan perusahaan, kekuatan keuangan, persepsi pasar, keunggulan kompetitif, serta dampak sosial untuk merumuskan roadmap penanganan dan menentukan solusi penyelesaian terhadap perusahaan BUMN Titip Kelola dengan mengedepankan tata kelola yang baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“PT PPA berkomitmen memberikan solusi terbaik dalam melaksanakan amanat pemerintah untuk menjadi perusahaan _turnaround_ dan mitra terpercaya di bidang restrukturisasi, investasi, dan pengelolaan aset di Indonesia,” tandas Yadi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Iglas Bambang Damyasik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari PT PPA dalam penyelesaian pesangon eks karyawan PT Iglas.

"Ini merupakan bagian dari langkah nyata PT PPA dalam melakukan restrukturisasi PT Iglas. Kami berharap, rekan-rekan eks karyawan PT Iglas dapat memanfaatkannya dengan baik dan dapat terus berkarya di manapun berada,” tutur Bambang.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengapresiasi penyelesaian pesangon eks karyawan PT Iglas adalah langkah tepat yang dilakukan PT PPA untuk menuntaskan restrukturisasi perusahaan yang sudah berlarut-larut tidak terselesaikan.

"Kami mengapresiasi manajemen PT PPA, yang telah menjalankan amanatnya untuk melakukan perbaikan melalui restrukturisasi BUMN Titip Kelola dengan formulasi penanganan yang komprehensif,” papar Arya.

Saat ini, PT PPA sedang bertransformasi bersama dengan PT Danareksa (Persero) dalam Klaster Danareksa–PPA menuju National Asset Management Company (NAMCO), di mana PT PPA berfokus kepada tiga pilar bisnis utama. Yaitu restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan BUMN Titip Kelola, pengelolaan NPL perbankan, serta solusi inovatif dan efektif. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru