Magetan Dapat Tambahan 20 Ribu Dosis Vaksin

klikjatim.com
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Magetan.

KLIKJATIM.Com | Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mendapatkan bantuan 20 ribu dosis vaksin. Ini terkait dengan PPKM Level 4 yang masih disandang oleh kabupaten yang berada di bawah Gunung Lawu itu.

[irp]

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Lamongan, Pak Yes Ajak Masyarakat Berefleksi Lewat Sholawat

"Memang kami mendapatkan kunjungan dari Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam. Saya sama mas Giri (Bupati Ponorogo) menemui mereka. Mereka mengadvokasi kami. Kebetulan kasus kami sama masih PPKM Level 4," ujar Bupati Magetan, Suprawoto, Kamis (9/9/20219.

Dari penjelasan yang ada 2 kabupaten ini masih lebel 4 penyebabnya adalah angka kematian, kemudian angka positif civid 19 yang masih tinggi. Dan tracking yang rendah.

"Untuk tracing itu kembali ke masyarakat. Tidak ada untungnya pemerintah mengcovidkan. Sebaliknya ingin  melindungi masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, Magetan itu unik. Karena jumlah penduduk di Magetan 20 persennya adalah lansia. Dari total yang meninggal 80 persen usianya diatas 50 tahun.

"Terapinya salah satunya akan ada serbuan vaksin untuk 20 ribu lansia. Dibantu oleh oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim," urainya.

Sementara, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku 2 daerah ini masih stay PPKM level 4. Dia ke Magetan untuk mengurai  indikator epidemiologi.

"Yang itu menjadi  indikator yang akan menentukan PPKM berlevel. Entah level 4, 3, 2 atau 1," tambahnya.

Baca juga: Awal Tahun 2026: 2.300 Penumpang Padati Stasiun Bojonegoro dalam Setengah Hari

Pun ada juga zonasi yang menjadi tolak ukur BNPB. Dia menjelaskan dua-duanya menjadi dasar untuk bisa melihat dari proses penanganan dan pengendalian covid di masing-masing Kabupaten/Kota. Itu yang menjadi penyebab tetap stay 4, angka positif yang masih tinggi. Kemudian tracing didalamnya yang dinilai rendah.

"Itu sama dengan vaksin dilakukan dibanyak tempat. Kalau tidak dientri maka potret yang terecord jelas beda. Awal-awal dulu belum entri. Ada aplikasi yant menjadi indikator mengukur penekan pengendalian covid 19," tegasnya.

Begitu juga dengan tracing. Standar SHOLAT satu kasus konfirmasi seharusnya ada 15 orang yang ditracing. Kemudian dientri ke aplikasi si lacak.

"Jadi bisa juga tidak dientri. Ini bisa jadi penyebab. Karena saya pernah ketemu satu kasus bidan yang yang tidak mengentri karena alasan kendala internet. Itu yang coba kita cari jalan keluarnya, " paparnya.

Bagaimana pengendaliannya? Khofifah menyebut Magetan dan Ponorogo harus melakukan tracing dan tasting. Kemudian angka kematian juga diturunkan

Baca juga: Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Naik, PLN Tegaskan Komitmen Jaga Keandalan Layanan

"Sebenarnya kalau melihat angka konfirmasi sudah turun kok. Jadi ada titik kesamaan interpensi sama, " tegasnya.

Sementara, Pemprov akan membantu vaksin dk Magetan. Pasalnya menurut laporan Magetan itu unik, karena 20.persen wargahya lansia.

"Target 2 pekan Ponorogo dan Magetan turun level," pungkasnya. (bro)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru