Iuran Naik, Ratusan Warga Bojonegoro Geruduk BPJS Urus Turun Kelas

klikjatim.com
Ratusan warga Bojonegoro sedang mengurus turun kelas akibat iuran bulanan naik. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Naiknya iuran Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) membuat sejumlah warga di Bojonegoro memilih turun kelas. Mereka merasa kebaratan membayar iuran bulanan.

Di antara peserta BPJS yang memilih turun kelas itu, yakni Setyo. Warga asal Kecamatan Sugihwaras itu merasa keberatan membayar iuran setiap bulan. Sehingga dia memilih turun dari kelas II ke kelas III.

Baca juga: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap

[irp]

"Terpaksa saya pindah kelas, karena kenaikannya dua kali lipat dari yang sebelumnya," katanya, di Bojonegoro, Senin (13/1/2020).

Dari pantauan Klik Jatim, sejumlah warga sejak Senin pagi terlihat sedang mengurus turun kelas di kantor BPJS Bojonegoro di Jalan Basuki Rahmat. Ratusan warga yang sedang antre itu merupakan peserta BPJS mandiri.

Baca juga: Air Bersih Mulai Sulit Didapat, Warga Bondol Dibantu 8.000 Liter dari Polisi

Petugas Bidang Kepesertaan BPJS Bojonegoro Faruq Ahmad, membenarkan dengan adanya kenaikan itu. Menurut dia,perpres No 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan merupakan payung hukum kenaikan besaran iuran BPJS Kesehatan.

[irp]

"Iya, kenaikan ini dua kali lipat dari iuran sebelumnya" Ujar Fahruq

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Sekedar diketahui, iuran bulanan peserta BPJS mandiri itu untuk kelas III dari sebelumnya Rp 25.500 naik menjadi Rp 42.000. Untuk kelas II naik menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000. Sementara untuk kelas III kini menjadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000. (af/mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru