Jatim Akui Krisis Dokter Spesialis di Kepulauan

klikjatim.com
Kadinkes Provinsi Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Jumlah dokter spesialis yang tersebar di Jawa Timur diakui masih sangat kurang. Terutama di kepulauan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, saat dikonfirmasi Klik Jatim. “Di Jatim sendiri saat ini krisis dokter spesialis untuk ditempatkan di kepulauan, salah satunya di Bawean,” ujar dr Herlin.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Namun, tahun 2020 ini sudah dijadwalkan ada perekrutan dokter spesialis. Dan rencananya Pemprov sudah mulai melakukan penempatan dokter spesialis di rumah sakit kepulauan pada bulan Februari nanti.

[irp]

“Ini program dari bu Gubernur Khofifah, dimana nantinya dokter spesialis harus wajib kerja selama satu tahun untuk mau ditempatkan di kepulauan,” tandas mantan Dirut RSJ Menur Surabaya ini.

Baca juga: Inovatif Terapkan Budaya K3L, Petrokimia Gresik Group Borong 8 Penghargaan '5 Stars' di ICC-OSH 2026

Herlin juga sudah berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota se Jatim. Khususnya daerah yang memiliki kepulauan dan memerlukan dokter spesialis seperti di Pulau Bawean.

“Saya turut prihatin atas meninggalnya bayi di dalam kandungan yang tidak bisa dioperasi, karena tidak ada dokter spesialis di Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean,” imbuhnya.

[irp]

Baca juga: Sekdaprov Adhy Tegaskan Perda Penanggulangan Bencana Jatim Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko

Dapat diketahui sebelumnya, kendala tidak adanya dokter spesialis di Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean benar-benar dikeluhkan warga setempat. Setelah insiden penolakan pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit setempat karena tidak ada dokter spesialis anak, kini terjadi lagi yang jutsru berakibat fatal.

Seorang bayi meninggal dalam kandungan karena tidak segera dilakukan tindakan operasi. Hal ini dikarenakan dokter spesialis anestesi di rumah sakit milik Pemda Kabupaten Gresik tersebut tidak ada. Dan, pasien Ernawati, warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura terpaksa dirujuk ke Jawa untuk operasi mengeluarkan bayi setelah empat hari meninggal di dalam kandungan. (try/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru