Dinkes dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Gelar Vaksinasi Warga Terpencil

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo mengelar vaksinasi di daerah terpencil, Dusun Pucukan, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kamis (19/8/2021) siang. Penduduk dusun ini berjumlah 147 orang yang mayoritas bekerja sebagai penjaga tambak dan nelayan.

[irp]

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor mengatakan, bersama Dinas Kesehatan, pihaknya menggelar vaksinasi di Dusun Pucukan.

“Awalnya target kita hanya 10 orang. Namun Alhamdulilah yang mengikuti vaksinasi lebih dari itu. Mungkin tadinya warga sini termakan isu-isu yang tentang efek vaksin. Namun kita terus berikhtiar menjelaskan bahwa vaksin merupakan usaha untuk mencegah covid-19,” tuturnya.

Dia menambahkan, warga Dusun Pucukan yang mengikuti vaksin terdiri dari semua kalangan umur. “Mereka sadar diri, karena msih melakukan mobilitas ke kota. Sehingga resiko terpapar virus lebih tinggi dibanding warga yanghaya berdiam diri di kampungnya,” terangnya.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Selain vaksinasi, lanjut istri Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor ini, pihaknya juga menyerahkan batuan sembako kepada warga setempat. “Kita menyalurkan batuan sembako dari PKK Sidoarjo. Karena kita berharap, semua warga Sidoarjo mendapat bantuan dampak pandemi, meskipun mereka tinggal di daerah terpencil seperti Dusun Pucukan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman menjelaskan, pihaknya bersama PKK Sidoarjo jemput bola ke Dusun Pucukan, salah satu desa terpencil di Kota Delta untuk memberikan layanan kesehatan yang meliputi Posyandu, penimbagan, penyuntikan vitamin serta vaksinasi.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

“Dari 147 jiwa warga Dusun Pucukan, yang bersedia mengikuti vaksinasi memang masih sedikit. Mereka menolak divaksin karena beranggapan di kampungnya tidak ada yang terpapar covid. Karena vaksinasi ini program nasional, tetap kami tawarkan dan terus melakukan sosialisasi,” terang Syaf.

Menurutnya, vaksinasi merupakan kewenangan masing-masing individu. “Kalau mereka tidak mau ya sudah. Kita tidak boleh memaksa. Tetapi harapan dari Dinas Kesehatan, sebanyak mungkin warga yang tervaksin. Sehingga herd imunnity kita semakin kuat,” imbuhnya. (rtn)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru