KLIKJATIM.Com | Gresik—PT Freeport Indonesia (PT FI) memastikan pembangunan Manyar Smelter Project (MSP) dilanjutkan September 2021. Pembangunan tersebut sebelumnya terhenti beberapa bulan akibat pandemic covid-19.
[irp]
Baca juga: Kreatif Kampanyekan #Cari_Aman, Konten Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda Tembus 4,8 Juta Views
Presiden Direktur (Presedir) PT Freeport Indonesia Tony Wenas menegaska, MSP di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) itu ditunggu-tunggu banyak orang. Karena itu, pihaknya memastikan apabila PTFI tidak pernah membatalkan proyek tersebut sejak Desember 2018 lalu.
“Progres terus kami lakukan. Memang 2020 kemarin karena PSBB sempat tertunda, tapi progres tetap berjalan,” katanya di sela vaksinasi pekerja pembangunan MSP di JIIPE, Jumat (13/8/2021).
Untuk mengejar kelanjutan pengerjaan konstruksi yang akan dilakukan September mendatang, Manajemen PTFI mulai melakukan vaksinasi terhadap para pekerja dengan skema Vaksinasi Gotong Royong (VGR). Tony mengungkapkan, sejauh ini progres pembangunan smelter sudah mencapai 8 persen. Targetnya di akhir 2021 ini, pembangunan bisa mencapai 10 persen, alias naik dua persen.
“Vaksin ini sebagai milestone penting. Karena September nanti pengerjaan fisik akan dimulai. Dan itu tidak mungkin bisa dilakukan apabila belum vaksinasi. Tahap awal ini kita melakukan vaksinasi antara 150-200 pekerja,” bebernya.
Saat beroperasi penuh, Tony memperkirakan Smelter PTFI bisa menyerap 40 ribu pekerja. Secara bertahap pihaknya komitmen untuk melakukan vaksinasi terhadap para karyawan sehingga tercipta herd imunnity atau kekebalah kelompok.
"Target kami pada 2024 nanti sudah mulai beroperasi," tandas Tony.
Dalam kesempatan yang sama, Construction Manager PT Freeport, Venta Agustri menjelaskan, pekerjaan yang sedang dilakukan di lahan seluas 100 hektar itu saat ini masuk tahapan striping kemudian ke elevasi final.
Senada dengan Tony, Venta menyebut tahun ini ditargetkan pengerjaan bisa mencapai 10 persen.
“Sesuai jadwal, proyek akan selesai pada 2023. Sehingga awal 2024 bisa mulai commissioning test,” ujarnya.
Pembangunan Smelter di Gresik itu jalannya semakin lapang setelah Presiden Joko Widodo telah mengesahkan JIIPE sebagai KEK teknologi & Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021. Sejalan dengan itu, Kementiran ESDM juga memastikan pembangunan smelter Freeport.
Baca juga: Sabet Gelar Duta Ekonomi Kreatif di POI 2026, Meylanie Nabillavaissa Harumkan Nama Lamongan
Pendirian fasilitas smelter Freeport di Indonesia bersifat wajib sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) serta Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang disepakati dengan pemerintah. Targetnya harus selesai di 2023 mendatang.
Sebelumnya, pembangunan smelter PTFI sempat tersendat lantaran terjadi tarik-menarik lokasi. Meski awalnya diplot akan dibangun di JIIPE, ditengah jalan muncul wacana pembangunan digeser ke Weda Bay Halmahera, bekerjasama dengan Tsingshan Group asal Tiongkok. Namun rencana itu dipastikan batal.
Kemudian PTFI dan PT Chiyoda International Indonesia menjalin kerjasama dan berlanjut penandatanganan kontrak untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) 15 Juli 2021 kemarin. Pengerjaan Smelter di JIIPE pun dilanjutkan.
Kontrak tersebut mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR).(mkr)
Editor : Abdul Aziz Qomar