Sebulan Terakhir, Penjualan Kain Kafan di Tulungagung Meningkat Drastis

klikjatim.com
Nuning saat melayani pembeli. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Penjual perlengkapan orang meninggal dunia di beberapa lokasi yang ada di Tulungagung belakangan ini banjir orderan. Terutama sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tepatnya pada awal bulan Juli kemarin.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Hal ini diakui oleh Nuning (53), salah satu penjual perlengkapan orang meninggal dunia yang membuka lapaknya setiap hari di jalan Hasanudin, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Jika kondisi sebelum penerapan PPKM, dirinya mampu menjual 5 paket perlengkapan orang meninggal dalam sehari. Berbeda sejak sebulan terakhir, dalam sehari dirinya bisa menjual lebih dari jumlah tersebut, bahkan sampai 20 paket dalam sehari.

“Bisa 10, 15 bahkan sampai 20 per hari,” terangnya.

Untuk satu paket perlengkapan orang meninggal dunia, Nuning mengaku menjualnya seharga Rp 550 ribu. Di dalamnya terdapat satu paket kain kafan, nisan, tikar, merang, kemenyan, kapur barus, bubuk cendana hingga kendi.

"Biasanya belinya satu paket, isinya lengkap tapi ada juga yang ngecer, kita juga melayani," ucapnya.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Diakuinya peningkatan pembelian ini berpengaruh pada pasokan tikar dari daun pandan. Sebab pembuatan tikar dari daun pandan dilakukan secara manual, sehingga ketika ada peningkatan penjualan maka otomatis pasokan tersendat.

Selain itu menurut Nuning, harga dan pasokan kain kafan dari luar kota juga mengalami perubahan. Namun tidak sampai merubah harga jual paket yang ditawarkannya.

"Karena bikinnya kan manual bukan pakai mesin, jadi ketika banyak yang minta terus produksinya kan tetap, jadinya ya seperti ini," ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Mamik (53), penjual lain yang membuka lapaknya berdekatan dengan lapak Nuning.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Mamik mengaku ada peningkatan pembelian dari masyarakat dalam sebulan terakhir ini. Namun untuk pasokan bahan perlengkapan orang meninggal, dirinya tidak mengalami kendala.

Untuk mendapatkan pasokan perlengkapan orang meninggal seperti bunga kenanga, dirinya mendapatkannya dari wilayah Kecamatan Pagerwojo. Sedangkan untuk bunga mawar diperoleh dari Blitar.

"Kalau bunga itu ada yang dapat dari luar kota, ada yang dari sekitar sini saja," tuturnya. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru