KLIKJATIM.Com | Surabaya - Belakangan ini, Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH) Kota Surabaya menjadi perbincangan banyak orang, mulai dari video viral ancaman pembakaran hingga keluhan dari masyarakat yang menilai pelayanannya kurang baik, utamanya kepada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
[irp]Baca juga: Kota Surabaya Jadi Percontohan Perlinsos Digital
Salah satu keluhan disampaikan oleh keluarga pasien Covid-19 bernama Handito yang sempat dirawat di RSUD BDH, sebelum akhirnya pasien asal Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya tersebut meninggal dunia pada 1 Agustus.
Salah seorang keluarga almarhum Dito, Ismoyo menilai pelayanan RSUD BDH sangat buruk, pelayanan yang diberikan oleh perawatnya tidak memiliki empati kepada pasien. Perawat sempat mengucapkan kalimat yang tidak etis dan membuat mental pasien runtuh dan syok.
“Perawat sempat bilang ke keponakan saya, kalau sudah sesak nafas begini biasanya sebentar lagi meninggal. Saya tidak habis pikir, perawat kok bisa bilang ke pasien seperti itu. Itu sangat tidak etis dan membuat mental pasien down. Seharusnya kan diberikan semangat,” kaya Ismoyo, dikutip dari Harianbirawa.co.id.
Imam Syafi'i selaku Anggota Komisi A juga menyikapi permasalahan yang ada di RSUD BDH Surabaya, ia meminta warga yang mengalami kejadian dan keluhan seperti itu untuk melapor ke Inspektorat.
"Kemarin ada salah seorang warga keluarga pasien menelpon saya menyampaikan itu, kemudian saya sarankan untuk melaporkan ke pihak inspektorat, karena Rumah Sakit ada pengawas internlanya yaitu inspektorat, dan kami juga nanti akan membantu mengawal laporan tersebut," kata Imam kepada KLIKJATIM.Com Senin (9/7/2021).
"Supaya biar tahu siapa yang tidak profesional dan siapa yang tidak menjalankan SOP itu bisa di berikan sanksi, dan inspektorat bisa memberikan rekomendasi supaya kejadian seperti itu tidak terulang,'' sambungnya.
Imam yang juga mantan jurnalis ini juga mengatakan bahwa telah menggelar rapat dengan Inspektorat, dalam rapat tersebut juga menyinggung soal permasalahan di RS BDH
"Tadi kami Komisi A menggelar rapat dengan inspektorat, dan kami tanyakan apakah ada permasalahan atau keluhan terhadap pelayanan kesehatan?, Ternyata lucu jawabannya, sampai hari ini yang mana Covid-19 berumur hampir 2 tahun tidak ada keluhan katanya termasuk soal RS BDH," ungkapnya.
Ia meminta kepada pihak Inspektorat untuk lebih proaktif dan juga jemput bola melihat keadaan yang ada di lapangan.
"Kita kan sering mendengar keluhan pelayan kesehatan kan di media sosial, harusnya inspektorat lebih proaktif, jadi jangan sampai hanya menunggu laporan," jelasnya.
Selain itu, Politisi Partai Nasdem ini juga mengajak Inspektorat untuk bersama sama mengawasi pos-pos pelayanan masyarakat.
Baca juga: Perekaman Data E-KTP Kota Surabaya Capai 99,68 Persen
"Kami mengajak Inspektorat bersama sama berperan sebagai lembaga pengawasan, melototi pos-pos yang menyangkut pelayanan masyarakat, terlebih ke pelayanan kesehatan mengingat masih pandemi," pungkasnya. (rtn)
Baca juga: Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
Editor : Redaksi