KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Ketua KPUD Tulungagung periode 2019-2024, Mustofa meninggal dunia. Kabar tersebut menyebar melalui WhatsApp grup sejak Sabtu (7/8/2021) malam kemarin.
[irp]
Saat dikonfirmasi, kabar tersebut juga dibenarkan oleh Komisioner KPUD Tulungagung, Mohammad Arif pada Minggu (8/8/2021). Arif mengatakan, almarhum sempat disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan pada Minggu (8/8/2021) pagi di TPU Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Arif mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal ramah dan supel dalam bergaul.
Masih menurut Arif, sejak almarhum dirawat di rumah sakit, secara bergantian 4 komisioner KPUD Tulungagung ditunjuk sebagai pelaksana ketua harian untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan. "Kita secara bergantian menjadi pelaksana ketua harian selama almarhum tidak bisa ngantor karen dirawat itu," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris KPUD Tulungagung, Hendri Afrianto yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada KPU Provinsi.
Selanjutnya, Komisioner KPUD Tulungagung bakal menggelar rapat dalam waktu dekat untuk membahas perihal ini. Hasilnya juga akan disampaikan kepada KPU Provinsi Jawa Timur.
"Sudah kita laporkan ke KPU Provinsi, selanjutnya kemungkinan besok komisioner kabupaten akan rapat membahas hal ini mas. Siapa yang ditunjuk Plt, sampai PAW-nya," ucap Hendri.
Hendri menjelaskan, untuk langkah selanjutnya seperti penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) hingga penetapan Komisioner melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) masih menunggu petunjuk teknis dari KPU Provinsi. "Kalau masa jabatannya itu sampai Februari 2024. Nah, nanti petunjuknya dari KPU Provinsi seperti apa, hasil rapat kita sampaikan dulu ke KPU Provinsi," jelasnya.
Hendri mengaku urutan ke 6 dalam pemilihan komisioner tahun 2019 yang lalu yakni Saivol Firdaus berpeluang menjadi komisioner, mengisi satu kursi yang ditinggalkan almarhum. Namun untuk kepastiannya perlu konfirmasi terlebih dahulu.
Terkait kesediaan yang bersangkutan untuk menjadi komisioner KPUD Tulungagung. "Memang itu urutan ke 6, tapi tetap kita tawarkan dulu untuk kesediaanya, bersedia atau tidak,"pungkasnya. (nul)
Editor : Iman