Dewan Meminta Manajemen Hokky Swalayan Penuhi Tuntutan Warga

klikjatim.com
Bangunan Hokky Buah yang dipersoalkan warga

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Protes warga Deles, Klampis Ngasem, Surabaya atas keberadaan Hokky Swalayan terdengar di telinga Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni. Pria yang akrab disapa Thoni ini merespon persoalan warga yang melayangkan protes kepada pihak Hokky Swalayan beberapa waktu lalu.

[irp]

Baca juga: Pemusnahan Rokok Ilegal 43 Juta Batang Rokok Ilegal, Pemkot Surabaya Perluas Pengawasan ke 31 Kecamatan

Dari aksi protes warga itu, ada dua tuntutan yang dipersoalkan yakni, warga meminta manajamen Hokky Swalayan agar merekrut karyawan dari warga sekitar dan mempertanyakan mengapa tidak ada sosialisasi terlebih dahulu ke warga soal pembangunnya.

Thoni mengatakan bahwa manajemen Hokky Swalayan harus merekrut warga yang berada di sekitar kawasan tempat tersebut untuk di pekerjakan.

"Untuk manajamen Hokky itu tetap merekrut setidaknya 10�ri warga setempat. Karena kawasan industrialisasi itu yang harus menikmati warga sekitar terlebih dahulu," kata Thoni saat dikonfirmasi melalui seluler.

Menurut politisi Golkar ini, dengan bukanya swalayan baru di kawasan tersebut dapat menghidupkan roda perekonomian bagi warga. Karenanya, ia berharap manajamen Hokky dapat merekrut karyawan dari warga sekitar dengan menyesuaikan kompetensi yang diperlukan.

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

"Apalagi di masa pandemi ini banyak orang yg kehilangan pekerjaan. Jangan sampai warga sekitar menjadi penonton atas berkembangnya wilayah industrialisasi," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengaku belum mengetahui terkait perizinan pembangunan Hokky yang juga sedang dipersoalkan warga itu. Namun, ia meminta Pemkot Surabaya untuk menahan izin mendirikan bangunan tersebut apabila belum merealisasikan tuntutan warga.

"Jika dalam batas waktu tertentu Hokky tidak segera merealisasikan itu, maka kami (Komisi A) akan merapatkan dengan warga," tegasnya.

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Klampis Ngasem, Eko Busono menyebutkan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke lurah setempat untuk bisa membahasnya bersama pihak Hokky.

"Surat itu kan saya tujukan kepada lurah. Harusnya pihak manajamen itu menghubungi lurah atau bagaimana, atau lurah menghubungi manajamen. Setelah itu dipertemukan kepada kami untuk rencana-rencana sosialisasi. Minimal kan kita ini pengurus kampung tahu dulu," ujarnya.

Hingga saat ini Manajemen Hokky Swalayan belum juga menemui warga yang sudah beberapa hari ini menunggu jawaban. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru