KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Persoalan tersendatnya vaksinasi Covid-19 di Sidoarjo karena stok vaksin habis, kini sedikit teratasi. Itu meyusul setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menerima kiriman vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (3/8/2021) sore. Hanya saja, kiriman vaksin yang terdiri dari empat jenis itu jumlahanya sangat minim.
[irp]
Kadinkes Sidoarjo, drg, Syaf Satriawarman mengatakan, empat jenis vaksin tersebut meliputi Sinovac dan Sinopharm buatan China. Lalu, Astra Zaneca buatan Inggris serta Moderna buatan Amerika.
Jumlah dari setiap vaksin yang diterimanya itu berbeda-beda. Untuk vaksin Sinovac diterima hanya berjumlah 480 vial atau botol, Sinopharm 467 vial, Astra Zaneca 1.400 vial dan Moderna 1.170 vial.
Diketahui bahwa satu vialnya terdiri dari 10 dosis vaksin. Maka, total yang diterima oleh Dinkes Sidoarjo saat ini sebanyak 35.170 dosis vaksin.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
“Tenaga kesehatan (nakes) yang berisiko tinggi tertular Covid-19 nantinya akan diutamakan untuk mendapatkan vaksin lagi. Vaksin Moderna siap diberikan untuk tenaga kesehatan, insyaallah hari Sabtu. Nanti akan dibagi ke puskesmas dan rumah sakit serta shelter vaksinasi seperti di stadion Gelora Delta untuk tenaga kesehatan dari klinik-klinik. Sementara itu pemberian vaksinasi bagi disabilitas akan kita susun jadwalnya,” terang Syaf, Rabu (4/8/2021) pagi.
Dia menambahkan, pada hari Sabtu (7/8/2021) mendatang sekitar 3 ribu nakes akan divaksin Moderna di GOR Sidoarjo. Vaksin Astra Zaneca dan Sinovac digunakan untuk vaksinasi pertama dan kedua. “Khusus vaksin Sinopharm diperuntukkan bagi disabilitas dan penderita gangguan jiwa yang bisa disuntikkan mulai minggu depan. Kemungkinan vaksin tersebut disebar ke masing-masing puskesmas. Kalau dikumpulkan di satu tempat akan terjadi kerumunan, karena mereka kan pasti butuh pendamping,” lanjut Syaf.
Syaf mengakui bahwa vaksin yang diterima kali ini jumlahnya sangat kecil. “Jadi kalau mengejar 70 persen pada pertengahan Agustus ini rasanya kok tidak mungkin,” imbuh Syaf.
Sampai hari ini, dari total 1,7 juta warga Kota Delta yang menjadi target vaksinasi masih 501,690 jiwa yang divaksin atau hanya 30%. (nul)
Editor : Satria Nugraha