KLIKJATIM.Com | Gresik--Semburan lumpur bercampur minyak di bekas sumur tua di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik akhirnya terhenti. Itu setalah pihak Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) turun tangan membantu membuatkan aliran luapan lumpur bercampur minyak.
Humas PHE Tuban East Java (TEJ) Daniel Surbakti mengatakan, telah dibuat tiga lubang yang lokasinya tidak jauh dari semburan minyak bercampur lumpur tersebut.
Baca juga: Medco Energi dan Pemkab Sampang Gelar Rapat Sinkronisasi Program PPM
[irp]
Nah, dibuatnya tiga lubang supaya tidak mencemari lingkungan. Lubang pertama menampung luapan, lubang kedua agar minyaknya tertampung dan airnya mengalir.
"Di lubang ketiga airnya mengalir ke bawah minyaknya tidak ikut. Tinggal airnya saja," katanya di Gresik.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Menurutnya, Semburan lumpur bercampur minyak yang menyembur setinggi empat meter pada Kamis (26/12/2019) pukul 18.30 WIB baru bisa berhenti pada Jumat (27/12/2019) pukul 04.50 WIB.
"Tadi pagi semburan itu berhenti, dan dipastikan sudah berhenti," terang Daniel.
[irp]
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Daniel menjelaskan, PHE TEJ sifatnya hanya membantu saja. Sumur tua peninggalan Belanda itu di bawah naungan SKK Migas. Fenomena semburan lumpur bercampur minyak sama seperti kejadian pertama tahun ini, pada bulan September lalu.
"Kita takut dampak lingkungan tercemar ke bawah. Sifatnya kita yang terdekat mengerti geologi tentang sumur. Kita hanya membantu saja agar tidak tercemar ke masyarakat," pungkasnya. (iz/mkr)
Editor : Redaksi