KLIKJATIM.Com | Malang - Sebuah musala hancur berantakan setelah bahan petasan meledak saat dibuat oleh warga di Jalan Kalisari RT 06 RW 02, Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.45. Dalam kejadian ini, satu orang tewas serta empat lainnya luka parah dalam peristiwa yang tersebut.
[irp]
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, awalnya ada sejumlah warga masing-masing IR, NR, AG, BS dan AF sedang meracik petasan di dalam musala. Karena hanya asal mencampur tanpa dibekali pengetahuan, petasan tersebut meledak di dalam musala. Ledakan petasan itu mengenai keempat orang ini. Mereka pun terluka parah dan langsung sekarat.
Ledakan petasan ini membuat warga sekitar terkaget dan mendatangi lokasi suara. Di sana, warga melihat empat orang tersebut sudah terkapar penuh luka. Warga sekitar berupaya memberi pertolongan kepada empat korban ledakan petasan tersebut. IR, AG, BS dan NR dalam perawatan intensif. Sementara, AF masuk IGD RSSA Malang.
Namun petaka menimpa AF. Nyawanya tidak tertolong akibat ledakan petasan dengan luka terparah bakar parah di sekujur tubuhnya.
Junaedi (49) Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Malang menjelaskan kronologi dari awal ledakan petasan. “Mendadak ada suara ledakan keras dari arah musala. Ledakan itu sangat keras. Bahkan terdengar sampai radius 3 kilometer,” ujar Junaedi seperti dikutip kabarmalang.
Setelah mendengar ledakan petasan tersebut, dia dan warga sekitar mendatangi sumber suara. Begitu tiba di lokasi kejadian, dia melihat musala sudah hancur. Kaca musala juga sudah pecah semua. “Di dalam musala sudah ada lima orang tergeletak. Mereka semua luka parah. Warga langsung melarikan mereka ke rumah sakit,” ujarnya.
Sejumlah warga melarikan para korban ke sejumlahrumah sakit di Kota Malang. Junaedi memastikan semua korban ledakan petasan merupakan warga Jalan Kalisari. Dia juga memastikan, dari kelima korban, AF mengalami kondisi terparah. Karena, satu bagian mata kaki sampai telapak kakinya terputus. Sementara, empat korban lainnya luka bakar di wajah dan kaki.
Karena mengalami luka parah, AF yang mengalami ledakan petasan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). “Almarhum sudah di rumah duka, dan langsung pemakaman hari ini,” ringkasnya.
Junaedi menduga, ledakan tersebut berasal dari bubuk petasan. Bubuk itu secara tidak sengaja meledak karena mengalami gesekan benda. Dia menyebut para korban sedang membuat petasan di dalam musala. Rencananya, petasan itu akan menjadi alat perayaan saat Hari Raya Idul Adha. (ris)
Editor : Redaksi