Khawatir Diusir Pemkot, Seniman Ludruk dan Ketoprak Curhat DPRD Jatim

klikjatim.com
Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak saat menemui perwakilan seniman. (Tryk/klikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | SURABAYA – Paguyuban Artis Seniman (PAS) Surabaya mendatangi kantor DPRD Jatim. Kedatangan para seniman untuk curhat terkait nasib para seniman ludruk dan ketoprak yang menempati Taman Hiburan Rakyat (THR). Sebab, keberadaan mereka mulai diusik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua PAS Jatim Lusiati Fauzhi. Menurut dia, para seniman khawatir diusir Pemkot Surabaya dari THR. Sebab, mereka dinilai tidak berkembang. “Inikan aneh. Seharusnya kalau kami tidak berkembang, Pemkot bisa membantu kami. Membina kami. Bukan malah mengusik kami,” keluhnya.

Baca juga: Banjir Hadiah! Beli Motor Honda di Banyuwangi Bisa Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis

[irp]

Menurut dia, kondisi para seniman ludruk dan ketoprak di Jatim sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, karena tidak ada bantuan promosi dan pembinaan dari Pemkot, jumlah penonton terus menurun. “Setiap pertunjukan paling yang nonton hanya 10 orang. Sehingga, setiap pemain hanya dapat Rp 10 ribu,” ungkap dia.

Dirinya berharap ada kepedulian dari DPRD Jatim terkait nasib para seniman yang berusaha mempertahankan kesenian asli Jatim ini.

Baca juga: Pertama di Jember! Festival Bogasari 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Manjakan Lidah dengan Ratusan Kuliner

[irp]

Menanggapi curhatan para seniman, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengaku bakal menyampaikan ini kepada dinas terkait yang ada di bawah naungan Pemprov Jatim. Seharusnya ada perhatian dari pemerintah karena ini bentuk kepedulian terhadap kesenian asli Jatim.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tekankan Creative Financing Tanpa Bebani Rakyat dan Transformasi Mindset Birokrasi

“Kami akan minta ke Dinas Pariwisata Jatim agar UPT milik Dinas Pariwisata bisa melakukan pembinaan terhadap kesenian ludruk dan ketoprak di Jatim,” jelasnya.

Ini baru langkah awal. Ke depan, pihaknya akan mengupayakan agar perda terkait perlindungan seniman ludruk dan ketoprak bisa segera dibuat. “ Ini masih wacana tentang pembuatan perda tersebut. Jika memungkinkan perlu dibuat perda ini,” tutup pria yang menjabat Sekretaris DPD Golkar Jatim ini. (tryk/hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru