Diguyur Hujan, Ratusan Hektare Tanaman Tembakau Warga Bojonegoro Mati

klikjatim.com
ilustrasi tanaman tembakau. (ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur Desa Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro dalam 2 hari belakangan ini membuat tanaman tembakau warga mati atau layu. Tak hanya itu, ternyata para petani juga mengaku kesulitan untuk mencari bibit baru untuk ditanam kembali.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

"Iya, tanaman tembakau saya seluas 1 haktare ini layu dan mati setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir," kata Sodikin, salah satu petani setempat, Kamis (1/7/2021)

Dia mengatakan, saat ini kondisi tembakau miliknya yang berusia 40 hari tampak daunnya berubah warna menjadi kuning dan akarnya membusuk. "Kerugian sekitar 12 juta rupiah setiap hektarnya," imbuhnya

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Imam Nurhamid pun mengakui ada kurang lebih 450 Hektar (Ha) tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro kondisinya mati terendam air hujan. Untuk menindaklanjuti kondisi ini, pihaknya akan bertindak cepat melakukan pendataan dan evaluasi.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Menurutnya, saat ini sedang pengumpulan data lapangan terkait perihal luasan lahan petani tembakau yang mati akibat terendam air hujan. "Data tersebut (450 Ha) dari lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Kedungadem, Tambakrejo, Kepohbaru, Ngasem, dan Sugihwaras. Namun data riil di Kecamatan Sugihwaras belum masuk ke Disperta, jadi belum semua data masuk ke kami. Untuk wilayah yang paling berdampak akibat hujan kali ini adalah Desa Balongrejo dan Desa Alasgung di Kecamatan Sugihwaras," ujarnya.

Lebih lanjut untuk tanaman tembakau yang mati, Imam mengaku masih memiliki stok rindik (benih tembakau) untuk membantu para petani. Setidaknya dari enam stok varietas masih tersedia rindik dari dua varietas. Yakni varietas Bojonegoro 1 atau T45 tersedia sebanyak 12 Kilogram (Kg), dan varietas jinten masih ada sebanyak 0,5 Kg.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

"Tetapi stok ini pun dimungkinkan juga habis, karena di Kecamatan Kepohbaru belum mengajukan, karena panennya mundur," ujarnya.

Imam mengimbau para petani mempersiapkan lahan untuk tanaman tembakau dengan teknik saluran pembuangan air yang baik. Tujuannya agar air tidak terjebak dan merendam tanaman tembakau. Gulutan juga disarankan dibuat agak tinggi. Karena hanya dalam waktu 1x24 jam saja, akar tanaman tembakau yang terendam sudah mengalami pembusukan. (nul)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru