Khofifah Ajak Ibu-ibu Jadi Satgas Covid-19

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Saat bertemu dengan keluarga tak jarang protokol kesehatan menjadi terabaikan. Padahal, akhir-akhir ini potensi penularan Covid-19 melalui klaster keluarga sangat tinggi.

[irp]

Baca juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, PLN Tebar Promo "Merdeka Daya": Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat PLN Mobile

Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta agar keluarga wajib memiliki tanggung jawab sendiri dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan di dalam maupun luar rumah.

Khofifah menyebut, jika dulu mayoritas korban meninggal dalam klaster keluarga adalah kelompok rentan seperti lansia, namun saat ini juga menimpa usia muda bahkan anak-anak.

Baca juga: DPRD Jember Soroti Anggaran Stiker Warga Miskin Rp 2,8 Miliar, Dinsos PPPA Beberkan Alasan Pengajuan

"Kepada para ibu, saya mengajak menjadi Satgas Covid-19 bagi keluarganya. Dengan terus menerus mengingatkan seluruh anggota keluarga menerapkan protokol kesehatan. Ini demi kebaikan keluarga sendiri," ujar Khofifah, Selasa (29/6/2021).

Khofifah mengaku, tingginya jumlah klaster keluarga juga mendapat perhatian serius Pemprov Jatim. Apalagi, banyak anggota keluarga yang dalam keadaan desaturasi baru dibawa ke rumah sakit bahkan sampai meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah

Ia melanjutkan, untuk mencegah terjadinya klaster keluarga maka perlu dilakukan pemetaan anggota keluarga, mana saja yang berpotensi menjadi carrier di dalam rumah. Penerapan protkes berlapis, kata dia, harus diterapkan pada anggota keluarga tersebut.

"Misal, tidak berinteraksi dengan anggota keluarga lain usai keluar beraktivitas di luar rumah, melainkan langsung mandi dan bersih-bersih. Pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati itu sangat relevan dengan kondisi saat ini," tandasnya.  (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru