Begini Kesan TKI yang Dikarantina Pemkab Banyuwangi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi—Sejak sebulan lalu, Pemkab Banyuwangi telah melayani 514 pekerja migran yang datang ke Tanah Air. Dari jumlah itu,  sebanyak 488 orang telah pulang ke rumah masing-masing setelah dinyatakan negatif berdasarkan tes PCR dan usai menjalani karantina. Saat ini, ada dua PMI yang positif dan menjalani isolasi. Sisanya menjalani karantina tapi sudah dinyatakan negatif.

[irp]

Baca juga: Sistem Kelistrikan Flores Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7, PLN Pastikan Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

PMI yang baru datang ke Banyuwangi ditempatkan di Gedung Dormitory Atlet, setelah sebelumnya di Gedung Diklat ASN.

Susanti, salah seorang PMI yang baru saja pulang dari Singapura, telah menjalani karantina sejak Jumat (25/6/2021). Meski harus tertunda bertemu keluarga, dia mengaku senang karena mendapat pelayanan baik dari petugas di tempat karantina.

“Terima kasih. Di sini kami dilayani dengan baik. Fasilitasnya oke, makanannya juga enak,” kata PMI asal Tembokejo, Kecamatan Muncar itu.

Hal yang sama juga diungkapkan Agus Setyawan, PMI yang baru pulang dari Brunei Darussalam. “Tiga hari di sini enggak terasa karena pelayanannya baik. Cuma airnya saja kadang pelan. Selebihnya sih oke semua, kami bersyukur diterima dengan baik,” ujar Agus.

Baca juga: Hadiri Penyerahan Remisi HUT Ke-81 RI di Lapas Porong, Sekdaprov Jatim sebut Remisi Titik Balik Warga Binaan

Suminten, PMI yang juga baru pulang dari Brunei Darussalam, menambahkan, dirinya juga telah menjalani uji swab dan kini menunggu hasilnya.

“Tadi pagi sudah di swab lagi. Semoga hasilnya negatif,” kata Suminten.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, selain membikin pusat karantina PMI, Banyuwangi juga menjadikan Gedung Diklat ASN sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien konfirmasi covid- 19 tanpa gejala (OTG), maupun pasien bergejala klinis ringan.

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai

Gedung Diklat ASN ini dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari kamar yang bersih, fasilitas olahraga, Wi-Fi, dan sebagainya. Udara di sana sangat sejuk karena terletak di salah satu kaki Ijen. Suasananya juga mendukung untuk pemulihan pasien.

“Tempat isolasi di Gedung Diklat ASN ini kapasitasnya 85-100 orang dan dijaga oleh petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan tenaga kesehatan. Pasien tidak boleh keluar dari lokasi, dan sebaliknya masyarakat dilarang masuk ke dalam,” tegas Ipuk. (mkr)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru