Protes Pembagian Lapak Pasar Legi, Pedagang Geruduk DPRD dan Pemkab Ponorogo

klikjatim.com
Pedagang pasar saat demonstrasi perihal donasi. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Pembagian kunci untuk pedagang di Pasar Legi Ponorogo dihentikan. Ini menyusul puluhan pedagang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo dan Pemkab Ponorogo.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Mereka memprotes pembagian lapak yang harus berzonasi. "Ya kayak saya pedagang baju. Masak cuma beli baju helai harus ke lantai 4," ujar salah satu pedagang, Sundari, Rabu (23/6/2021).

Dia sebelumnya adalah pedagang pasar lanang. Di pasar Lanang, dia menempati kios di lantai 1.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Selain itu juga masalah ukuran. Dia menjelaskan bahwa semakin mengecil. Sebelumnya berukuran 2 kali 2. Sedangkan penggantinya hanya 1 kali 2.

Sementara Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto mengaku akan segera menindak lanjuti permintaan pedagang. "Kami tindak lanjuti komisi B untuk segera memanggil Dinas Perdagangan dalam rangka mengantisi segala sesuatu yang akan terjadi," sambungnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Namun yang perlu menjadi catatan bahwa kebijakan penentuan zonasi belum tentu salah. Artinya kebijakan yang sudah dilakukan ini belum tentu semua salah. "Harus kita cermati dulu permohonan atau aspirasi kawan-kawan pedagang ini apakah betul," terang politisi asal Partai Nasdem ini.

Menurutnya, jika sesuai dengan informasi yang didapat wajib memihak. Informasi yang diterima pedagang pasar lanang ini sebagian belum mendapatkan tempat. "Nah, saya pikir tempat ini insya Allah cukup dari lapak maupun toko, gabungan dari pasar legi, eks stasiun, pasar lanang dan sebagainya itu cukup karena tersedia 5 ribu sekian. Sementara kalo ditotal dari sekian kelompok itu hanya sekitar 2 ribu sekian atau tidak mencapai 3 ribu," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru