KLIKJATIM.Com | Tulungagung - 176 CPNS asal Tulungagung mengikuti Latihan Dasar (Latsar) di Surabaya sejak beberapa hari yang lalu, kemudian Selasa (15/06) sore tadi mereka kembali pulang ke Tulungagung.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Namun mereka tidak bisa langsung bertemu dengan keluarga, sebab Satgas Covid-19 Tulungagung meminta mereka untuk menjalani swab antigen di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung.
Kepala Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan, pemeriksaan swab antigen ini dilakukan karena pihaknya mendapatkan laporan bahwa 10 CPNS peserta Latsar di Surabaya sudah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 dan sempat menjalani karantina di Surabaya.
Namun kini mereka sudah dipulangkan terlebih dahulu dan menjalani karantina di Rusunawa UIN Tulungagung.
"Jadi mereka berangkat dari Tulungagung di swab hasilnya negatif semua, pas disana ada swab ternyata ada 10 yang kena, artinya disana ada penularan makanya ketika pulang juga kita lakukan swab,"jelasnya.
Didik menjelaskan, dengan adanya temuan tersebut, kemudian pihaknya mewajibkan CPNS yang baru mengikuti Latsar ini untuk menjalani swab antigen sebelum bertemu dengan keluarganya.
Bagi mereka yang terkonfirmasi Covid-19 langsung menjalani karantina, sedangkan mereka yang negatif dipersilahkan pulang namun harus menjalani isolasi mandiri selama 5 hari, sebelum kembali bekerja.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
"Semua sebelum dijemput keluarganya kita arahkan ke GOR untuk menjalani swab antigen, kemudian yang terkonfirmasi di karantina, yang negatif boleh pulang," ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama mengungkapkan, Satgas tidak henya melakukan swab antigen kepada 166 CPNS saja namun juga kepada kr bus yang mengantarkan mereka.
Hasilnya ditemukan 36 CPNS dan 1 orang kru bus yang terkonfirmasi Covid-19.
"Hasilnya ada 36 CPNS dan 1 crew bus yang terkonfirmasi, langsung kita karantinahari ini juga," ucapnya.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Dedi menyebut, dari jumlah itu, 35 orang menjalani karantina di Rusunawa UIN Tulungagung karena tidak bergejala, sedangkan 2 lainnya menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung.
"Yang di Iskak itu karena ada gejala, satunya hamil dan satunya itu flu berat," ungkapnya. (bro)
Editor : Iman