KLIKJATIM.Com | Madiun - Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun, menggelar sarasehan dengan para petani di Kabupaten Madiun. Dalam saresehan itu, pihak Petrokimia menjamin pasokan pupuk aman pada musim tanam kedua nanti.
[irp]
Baca juga: Petrokimia Gresik Salurkan 187 Hewan Kurban untuk Masyarakat, Nilainya Capai Rp1,8 Miliar
Sarasehan petani itu dihadiri penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengelola kios pupuk, dan distributor pupuk, ini digelar di Joglo kampung sawah Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (11/06/2021) pagi.
"Forum rembug petani pada masa musim tanam kedua ini bertujuan saling bertukar informasi antara petani, kios dan distributor pupuk," kata Kepala SPDP Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun, Muhammad Fajar Ismail.
"Selain dipastikan stoknya aman, kami harap para pengelola kios dapat menyeragamkan harga pupuk," kata Nur saat berdiskusi.
Baca juga: Inovatif Terapkan Budaya K3L, Petrokimia Gresik Group Borong 8 Penghargaan '5 Stars' di ICC-OSH 2026
Sementara ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun, Suharno berharap alokasi pupuk subsidi yang didapat petani disesuaikan e-RDKK atau Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani secara elektronik, dan tersedia saat musim tanam. "Petani niscaya butuh pupuk dan pupuknya harus ada pada musim tanam," harap Suharno seperti dikutip Surya.
Menanggapi masukan petani, pengelola kios serta distributor pupuk mitra petroganik, SVP mitra bisnis PT Petrokimia Gresik Rohmad berkomitmen menjamin kualitas produk dan ketersediaan stok pupuk sesuai alokasi di setiap daerah.
"Pupuk merupakan indikator kualitas produksi pertanian yang ketersediaannya harus terjamin untuk kepentingan petani, kami bersama stakeholder berkomitmen akan hal itu," ujar Rohmad.
Baca juga: Pasokan Gas Bertambah 35 MMSCFD, Petrokimia Gresik Perkuat Ketahanan Produksi
Sementara data dari Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Madiun, pada 2021 Kabupaten Madiun mendapat alokasi pupuk bersubsidi Urea 17.975 ton, ZA 12.253 ton, SP-36 sebanyak 2.137 ton, Phonska 30.204 ton, dan Organik 28.614 ton. Selain itu, Kabupaten Madiun mendapat pupuk subsidi organik cair dari APBN sebanyak 14.053 liter. (ris)
Editor : Redaksi